Oleh: Hasna Diana | 31 Maret 2008

Jangan Berhenti tuk Perbaiki Diri

Pemateri: Teh Ike (Bunda Nasywa) 

Alhamdulilah wa sholawat ….

kembali saya bs bersilaturrahiim dg akhwat semua

semoga semuanya senantiasa dilindungi, diberikan cinta dan kasih sayang dari Allah Azza wa Jalla

 

mari kita sama-sama mengucap basmallah

memohon ijin agar pertemuan maya ini diberkahi

Saya mengajak diri sy sendiri dan jg akhwatifillah di room ini

untuk sama-sama menasehati “jangan berhenti tuk perbaiki diri”

kita tidak akan mungkin hidup tanpa perbaikan diri….

setiap org selalu memiliki momoentum istimewa dlm menjalani hidup

Dlm ukuran duniawi, momentum yg istimewa itu bs jd beragam…. tetapi dlm hal yg terkait dg timbangan keimanan, brgkali moentumnya hmpir sama

momentumnya itu adalah saat-saat pindahnya seseorang dr kondisi jahil ke kondisi islam

maka, momentum yg plgberharga yaitu tatkala seorg muslim mampu mlkakuan langkah perubshan dan perbaikan yg sgt mempengaruhi diri dn lingk sekitarnya

perbaikan diri hrs dilakukan scr utuh

 

1. perbaikan diri dr sisi persepsi

 

setiap kita mgk mengalami peristiwa bermacam2, ada yg mirip, ada yg berbeda… ringan smp berat…

 

semua peristiwa itu mjd berarti bila ia turut memberi kontribusi bg perubahan persepsi kita ke arah yg lbh baik

mendewasakan cara pandang kita thd sesuatu ttg hidup, ttg arti kebaikan dan ttg apa yg semestinya dilakukan seorg muslim

 

2. perbaikan prilaku

karakter seseorang… bisa dr bawaan dan jg faktor luar dimana seseorg tsb berinteraksi

walaupun sbg watak adl bawaan, ttp tetap sj ia bs diarahkn

contohnya Umar bin Khattab

Abu Bakar yg lemah lembut

-afwan mohon ijin bentar-

 

Perbaikan diri secara utuh akan bisa dilakukan jika kita sendiri memiliki motovasi yg kuat

“Man arafa nafsahu, arafa Rabbahu” Orang yg mengenal dirinya, akan mengenal Tuhannya

demikian kata Imam Ali r.a

 

Diantara bentuk pengenalan diri adalah, setiap org hrs tahu bhw hidup ini terbatas

kesempatan hidup mgk tdk lama

kesadaran ini akan muncul dg proses muhasabah

Dalam buku kecerdasan Spiritula KH Toto Tasmara, diawal sederet pertanyaan yg diajukan bg yg ingin bermuhasabah….

“Seandainya detik ini anda dijemput maut, bgm penilaian anada terhadap akhir keputusan Sang Khaliq, saat anda menghadapi yaumil hisab

Anggaplah anda sdg mengadili diri sendiri… pertimbangkan dan putuskan… Bila anda meninggal besok pagi… atau nanti malam, apa masalah yg plg urgent anda lakukan saat ini?

 

menjawab pertanyaan spt ini akan sangat berpengaruh bg proses perunahan diri

perubahan dan perbaikan diri seseorang

 

Bbrp langkah melakukan muhasabah diri :

 

1. susun daftar pertanyaan yg harus dijawab scr jujur dan sesuai nurani… misalnya apk amal sholeh sy masih krg? apakah saya masih lalai sholat? apakah harta saya masih blm dibersihkan dg zakat?

apakah saya masih menyimpan perasaan benci dan dengki sama org lain?

dst dst…. buat pertanyaan yg tepat diajukan pd diri sendiri sesuai dg keadaan masing-masing

2. tariklah kesimpulan dari hasil jawaban2 tersebut

tuliskanlah keinginan dan rencana kita di masa mendatang terkait dg jwbn2 tsb…

renungkan jika kita hanya punya waktu yg singkat 1 tahun, 1 bulan, 1 minggu, 1 hari bahkan yg lbh endek dr itu

3. tuangkan dan keluarkan harapan kita di masa datang,a terkait  dg diri pribadi, klg, pekerjaan, libgk di kantor, lingk rumah, dsb

shg kita punya acuan dan bisa melakukan evaluasi dlm menjalani fase2 hidup

4. ingatlah bhw rencana yg kita nyatakan dlm hati, atu kita tulis tadi itu adalah masalah yg serius dan sunghu2

shg apapun hasilnya, itulah makna hidup yg plg hakiki bagi kita

Kita harus punya keyakinan bhw jika saya tdk berubah maka saya akan celaka

5. Rangkai dan Rumuskanlah pernyataan td dalam sebuah moto yang akan mjd acuan kita bersikap

spt dikalangan pr pejuang… Hidup mulia atau mati syahid

6. kenalilah juga realitas lingkungan dimana kita berada

krn hal ini bisa mempengaruhi usaha perbaikan diri yg kita lakukan…

 

demikian langkah-langkan dlm muhasabah untuk perbaikan diri… semoga bermanfaat

ada satu ungkapan Ibnul Qoyyim

“Demi Allah, harimu sekarang adalah hari dimana harus terkumpul bekal untuk akhiratmu, baik ke surga atau ke neraka.  Jika engkau menuju Allah, niscaya engkau akan mendapat kebhagiaan dan keberuntungan besar dlm waktu yang singkat dan tdk abadi ini…..

 

Tapi jika engkau dahulukan syhwat, kesenangan dan main-main, niscaya engkau akan mendapat kepahitan yg besar dan abadi, dimana rasa sakit dan kepayahan krn bersabar untuk tdk melanggar apa yg diharamkan Allah “

 

Lihatlah dari dunia apa yg baik untuk jiwamu, lalu ambillah meskipun org disekitarmu menganggapnya jelek.  Dan lihatlah dari dunia ini apa yg buruk bagi jiwamu, lalu tinggalkanlah kendatipun orang-orang disekitarmu menganggapnya baik (Slamah bin Dinar)

 

Allahu’alam bisshowab… semoga kajian ini bisa bermanfaat untuk saya dan jg akhwatifillah semua

 


Responses

  1. Assalamualaikum wr. wb

    Subhanalloh tausyiah ini sangat ana nantikan untuk kembali menata hidup di jalanNya. semoga ana bisa dapatkan tausyiah2 berikutnya.
    Jazakillah kk
    Wassalamualaikum wr. wb


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: