Oleh: kajianmuslimah | 15 November 2007

Nafsul Insan

Pemateri: Ibu Ulya
Tanggal: 15 November 2007

MATERI

Insya Allah hari ini saya akan membawakan materi tentang nafsul insan, nafsu manusia. Sebuah materi yang mungkin sudah sering kita dengar dan lebih ditujukan sebagai nasehat dan tausiah bagi diri sendiri. Mudah-mudahan bagi yang sudah pernah mendengar/mendapatkannya bisa menjadi materi untuk mengingatkan lagi. Bagi yang belum pernah, jadi tausiah bagi diri akhwatfillah rahimakumullahu.

Sebagai mahluk ciptaan Allah SWT, setiap manusia jiwanya diberi dua jalan, yaitu jalan takwa dan fujur (kesesatan). Kita diberi kebebasan untuk memilih yang baik atau yang buruk.

Sebagaimana difirmankan Allah SWT dalam QS 91:8 –> maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Allah mengatakan bahwa beruntunglah orang2 yang selalu membersihkan jiwanya (tazkiyatun nafs) dan merugilah yang mengotorinya.

Dalam hadist dikatakan: Rasulullah SAW bersabda, “Allah Ta`ala berfirman, Aku telah menciptakan hamba-hambaKu dalam keadaan hanif, lalu syaithan datang kepada mereka, kemudian menyimpangkan mereka dari agama mereka” (HR Muslim)

Bila Ruh manusia dapat menguasai hawa nafsunya, maka nafsunya akan menjadi nafsu yang tenang (muthmainnah).
Namun ada juga yang manusia yang dikuasai oleh hawa nafsunya serta cenderung kepadanya, sehingga kecenderugannya pada kejahatan dan kerusakan. Hawa nafsu yang seperti ini dikatakan sebagai nafsu amarah. Di antara keduanya, ada juga nafsu lawwaamah yang menggambarkan adanya tarik menarik antara ruh dan hawa nafsu.

Mari kita lihat ciri dari ketiga nafsu di atas.

  1. Ruh di atas hawa nafsu (nafsu muthmainnah)
  2. Cirinya: jiwanya selalu tenang dan pribadi yang nafsunya tenang ini selalu berorientasi untuk berzikir kepada Allah SWT. Mereka juga sangat rajin beribadah. Ada beberapa ayat AQ yang menjadi dalil naqli dari poin di atas.
    QS 29:45 –> Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
    QS 13:28 –> (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
    Juga hadist: Dari Abu Umamah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Katakanlah , ” Ya Allah, aku memohon kepadaMu jiwa yang tenang dan keimanan akan pertemuan denganMu, ridha atas ketentuanMu dan rasa puas atas pemberianMu” (HR Ibnu Asakir)

  3. Ruh yang ada tarik menarik dengan hawa nafsu
  4. Cirinya: selalu berorientasi pada akal, jiwanya dikatakan jiwa yang selalu menyesali diri (nafsul lawwaamah). Kadang tertarik godaan syaithan sehingga hawa nafsu menguasai dirinya, terkadang ia teringat dan kemudian kembali kepada Allah. Mereka senantiasa ragu dengan apa yang dikerjakannya dan bimbang/ragu dalam beramal.
    Dalil naqlinya:
    QS 4:137 –> Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kamudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus.
    QS 4:143 –> Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir), maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.
    Dari Ibnu Umar RA Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaan orang munafik itu seperti domba yang tersesat di antara dua kambing. Kadang ia bergabung dengan kambing ini dan kadang bergabung dengan kambing yang satu lagi, dan tidak tahu mengikuti kambing yang mana (HR Ibnu Jarir)

  5. Ruh yang di bawah pengaruh hawa nafsu
  6. Cirinya: selalu berorientasi pada syahwat, jiwanya selalu menyuruh pada kejahatan (nafsul amarah). Hawa nafsunya selalu dipenuhi dengan keinginan untuk mengalahkan ketaatan dan kepentingan ibadah. Manusia pada dasarnya berorientasi pada syahwat, namun diperlukan pengendalian terhadap syahwat itu melalui dzikrullah.
    Ada beberapa dalil naqlinya:
    QS 45:23 –> Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
    QS 12:53 –> Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.
    Rasulullah SAW bersabda, “Tiada aku tinggalkan fitnah yang lebih berbahaya bagi kaum laki2 daripada fitnah wanita.”
    Rasulullah SAW bersabda, “Dunia merupakan harta benda, dan harta benda yang paling baik ialah wanita yang shalehah. Jika dipandang, ia menyenangkannya, jika disuruh ia taat, jika ditinggal ia menjaga kehormatan dirinya dan harta suaminya.”

Demikian akhwatfillah rahimakumullahu. Mudah-mudahan dengan mengetahui ciri-ciri dari ketiga nafsu tsb. kita dapat semakin bercermin, melihat dalam kondisi apa ruh kita sekarang. Semoga Allah SWT selalu menjaga dan mengingatkan kita untuk selalu menjaga hati2 dan ruh kita. Dan kita selalu dapat menjadi orang-orang yang beristiqomah dalam menjaga ketaatan kepada Allah SWT. Amin. Wallahu`lam bishawab….

***************************************************************

DISKUSI

Desi: kalau posisi sekarang jujur aja kaya’nya masih di posisi ke2
Desi: karna u/ menggapai posisi pertama itu susah bgt
Desi: iman itu turun naik
Desi: ga ada habis2nya
Desi: gimana ya mba biar posisinya ada di nafsu yg 1 truzz
Desi: karna serem juga dengan ayat yg ini
Desi: Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
Desi: qs 45:23

Ibu Ulya: memang sulit utk terus berada pada posisi ruh yang pertama….kebanyakan kita mungkin berada pada yang kedua..
Ibu Ulya: oleh karena itu penting bagi kita untuk mengetahui dulu kondisi ruhiyah kita..kemudian setelah mengetahuinya, mencari obatnya
Ibu Ulya: jagnan sampai, kita tidak tahu, dan merasa baik2 saja…padahal ternyata sudah berada pada kondisi nafsul lawwaamah atau amarah…astaggfirullahal`adziim
Ibu Ulya: ada bbrp caranya…di antaranya:
Ibu Ulya: selalu berusaha membersihkan hati, dgn tazkiyatun nafs
Ibu Ulya: ada banyak jalan pembersihan hati atau diri ini, misalnya dgn banyak bersyukur, bersabar thd cobaan Allah, suka bertaubat, bersikap lemah lembut, menyantuni dan menyayangi sesama
Ibu Ulya: bergaul dengan para orang shalih/ah….agar tertular shalihnya…rajinnya…dengan melihat mereka kita ingat kepada ALlah
Ibu Ulya: banyak melakukan muhasabah/perenungan diri
Ibu Ulya: dalam shalat2 malam kita….di akhir shalat2 kita…
Ibu Ulya: kemudian yang pasti selalu berdoa kepada ALlah…agar jiwa kita selalu dijagaNya…selalu dalam keadaan muthmainnah….shg kelak kita dpt menghadap, kembali kepada Allah dlm keadaan yang tenang lagi dirihdoiNya
Ibu Ulya: qs 89:27-30 –> Hai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya, Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.
Ibu Ulya: oya..satu lagi
Ibu Ulya: dalam hadist arbain ke-42, selama kita tidak menyekutukan ALlah swt dan selalu berdoa kepadaNya, insya ALlah, masih ada kesempatan bunyinya spt ini :
Ibu Ulya: Diriwayakan dari Anas ra, ia berkata, “Kudengar Rasulullah swt bersabda, “Allah swt berfirman; Wahai anak Adam, selama engkau berdoa dan berharap kepadaKu, maka Aku akan mengampunimu atas apa yang ada padamu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, jika dosamu memenuhi awan yang ada di langit kemudian engkau minta ampunan kepadaKu, tentu Aku mengampunimu. wahai anak Adam, jika engkau datang kepadaKu dengan kesalahan yang memenuhi bumi, kemudian engkau bertemu denganKu dalam keadaan tidak menyekutukan Aku sedikitpun, maka akan Aku berikan kepadamu pengampunan sepenuh bumi.” (HR Tirmidzi)
Desi: Allah memang Maha Pemurah ya..
Ibu Ulya: iya

Aya: menyekutukan Allah itu berarti kafir (misalnya yg menyembah selain Allah)… atau punya arti lain juga?
Aya: misalnya orang yg lebih besar cintanya pada dunia, atau pada keluarganya, melebihi cintanya pada Allah SWT, apa itu disebut ‘menyekutukan’ juga ga?

Ibu Ulya: secara umum memang menyekutukan Allah itu artinya menyembah selain Allah
Ibu Ulya: tapi perlu diingat pula bahwa Allah Maha pencemburu
Ibu Ulya: saya lupa dan tidak berhasil mencari hadistnya
Ibu Ulya: tapi kurang lebih, kita tidak boleh mencintai yang lain, termasuk di dalamnya keluarga, harta, dll…melebihi Allah swt dan RasulNya
Ibu Ulya: mungkin kalau yg lain ingat..bisa dibantu
Desi: qs attaubah bukan?
Desi: ayat 24
Ibu Ulya: aa…iyah, itu yang di AQ ya mba dessy jazakillah khair
Ibu Ulya: bunyinya Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
Ibu Ulya: tapi yang hadist seingat saya juga pernah baca di riyadhus shalihin..tapi ngga berhasil mencarinya
Icha: Hadits dari Sayyidah Aisyah ra yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhori
menyebutkan:
“Maa Ahadun Aghyaru MinalLaahi Ta’alaa, Wa Min ghiirotihi Harromal Fawaahisya
Maa Dzahara Minha Wamaa Bathona. (Tidak ada yang lebih pencemburu daripada
Allah SWT. Di antara bentuk cemburu-Nya adalah Dia melarang perbuatan keji,
baik kekejian yang lahir maupun kekejian yang batin.)”
Icha: yg ini ya mba??
Ibu Ulya: bukan sih, cha..tp jazakillah khair ya
Aya: oiya surat At-Taubah ayat 24 itu juga aku jd ingat trims

Aida: Mbak ulya, saya ingin menanyakan atau lebih tepatnya penjelasan mengenai –> jiwanya dikatakan jiwa yang selalu menyesali diri (nafsul lawwaamah), apakah yang dimaksud dengan selalu menyesali diri ini adalah… yang selalu mengulang ngulang kesalahan atau boleh di katakan tobatnya bukan tobatan nasuha?, mohon penjelasannya

Ibu Ulya: terus pertanyaan mba aida, ttg jiwa yang selalu menyesali diri ya
Ibu Ulya: nafsul lawwaamah itu, maksudnya dalam batinnya selalu berperang baik dan buruk…kalau salah beristighfar dan bertaubat, tapi bisa juga lemah dan kalah thd godaan hawa nafsu dan syaithan
Ibu Ulya: ya, bisa dikatakan ketika bertaubat, bukan taubatan nasuha, shg kmkn utk mengulangi kesalahan itu kembali ada
Ibu Ulya: karena adanya tarik menarik antara hawa nafsu dan ruh itulah, mewujudkan pribadi yang tidak komitmen dan tdk stabil…bahkan kadang futur, dsb.
Ibu Ulya: begitu ya mba aida
Aida: iya mbak, kebanyakan manusia pada kondisi ini yaa, kalo gag berusaha sekuat tenaga untuk mengekang godaan hawa nafsu dan syaiton
Desi: makin dijelasin Desi makin takut nih mba.. mohon do’a ya dari semua biar bisa upgrade ke nafsu Mutmainnah
Icha: amiin..
Ibu Ulya: sama2 ya mba dessy


Responses

  1. Alhamdulillah, walaupun jarang ikut KAMUS nya ,,ternyata blog nya subhanallah berguna…senengnya.jangan hentikan weblog tiap KAMUS ya pleaseee

  2. Alhamdulillah..ini lah manfaat adanya weblog kamus
    semoga bermanfaat
    insyaAllah tidak ada rencana untuk menghentikan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: