Kajian Muslimah

Hari , tanggal : Kamis, 24 Januari 2008

Materi : Pemuliaan Wanita dalam Islam dan Kekerasan dalam Rumah Tangga (Indonesia & Belanda)

Pembawa Materi : Mba Dessy

Kekerasan dapat terjadi dimana saja, di rumah, tempat kerja atau di tempat umum. Kekerasan terjadi pada semua orang, perempuan, laki-laki & anak-anak baik sebagai korban atau sebagai saksi. Bentuk kekerasan yang umum terjadi adalah domestic violence, yaitu kekerasan di dalam rumah kita sendiri.

Yang dapat terjadi pada berbagai tingkat sosial masyarakat, berbagai tingkat usia, pada masyarakat di seluruh level profesi & pendapatan. Kekerasan bukan sesuatu yang bisa ditolerir atau diterima secara normal.

KDRT (Kekerasan dalam Rumah Tangga) di Indonesia

Di Indonesia, umumnya korban kekerasan adalah perempuan & anak2. Komnas Perempuan mencatat bahwa kekerasan terhadap perempuan meningkat terus dari tahun ke tahun. Tahun 2004 misalnya, menyebut sebanyak 5.934 kasus kekerasan menimpa perempuan. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2001 (3.169 kasus) dan tahun 2002 (5.163 kasus). Angka ini merupakan peristiwa yang berhasil dilaporkan atau dimonitoring

 

Dari keseluruhan 5.934 kasus kekerasan terhadap perempuan, 2.703 adalah kasus KDRT. Tercakup dalam kategori ini adalah kekerasan terhadap istri sebanyak 2.025 kasus (75%), kekerasan terhadap anak perempuan 389 kasus (14%), kekerasan dalam pacaran 266 kasus (10%), dan kekerasan dalam keluarga lainnya 23 kasus (1%).

 

Pelaku kekerasan umumnya adalah orang yang dekat dengan korban seperti suami, ayah, anggota keluarga besar (dalam laporan oleh aktivis perempuan tidak disebutkan siapa anggota keluara besar, pelaku kekerasan sesama perempuan yg lebih kuat & berkuasa jarang disebutkan. Padahal banyak juga kasus yang menimpa anak2 atau orang dewasa perempuan yang dilakukan oleh orang dewasa perempuan juga)

 

Menurut para aktivis perempuan bentuk kekerasan yang terjadi & dilaporkan biasanya berupa :

Kekerasan Fisik & Psikis : kekerasan fisik adalah perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit, dan atau luka berat, sementara kekerasan psikis didefinisikan sebagai perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, dan mengakibatkan rasa tidak berdaya, dan/atau penderitaan psikis berat pada seseorang

Kekerasan seksual : meliputi pemaksaan hubungan seksual yang dilakukan terhadap orang yang menetap dalam lingkup rumah tangga tersebut dan pemaksaan hubungan seksual terhadap salah seorang dalam lingkup rumah tangganya dengan orang lain untuk tujuan komersial dan/atau tujuan tertentu. Hal ini juga menyangkut perkosaan dalam rumah tangga (marital rape).

 

Baca Lanjutannya…

Oleh: kajianmuslimah | 19 Januari 2008

40 Nasehat Memperbaiki Rumah Tangga

Kajian Muslimah

Hari, tanggal : Senin, 7 Januari 2007

Materi : 40 Nasehat Memperbaiki Rumah Tangga

Pemateri : Mba Shinta

 

 

Shinta Agustian,

Segala puji bagi Allah, kita memuji, memohon pertolongan, serta ampunanNya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan nafsu-nafsu kita dan dari kejahatan amal perbuatan kita. Barangsiapa yang ditunjuki oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah maka tak seorangpun yang bisa menunjukinya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah yang tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.

Shinta Agustian: Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :”Dan sesungguhnya Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal.” (An-Nahl : 80).

 

Banyak sekali kegunaan rumah bagi seseorang. Ia adalah tempat makan, tidur, istirahat, dan berkumpul dengan keluarga, juga tempat melakukan kegiatan yang paling pribadi dari masing-masing anggota keluarga. Allah berfirman :

 

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu”. (Al-Ahzab :33)

 

Jika kita renungkan keadaan orang-orang yang tidak memiliki rumah, niscaya kita memahami benar nikmatnya ada di rumah.

 

Ketika Allah menyiksa orang-orang Yahudi Bani Nadhir, Allah mengambil dari mereka nikmat rumah ini, Allah mengusir mereka dari kampung halaman mereka. Allah berfirman : “Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara Ahli Kitab dari kampung-kampung pada saat pengusiran pertama kali.”(Al-Hasyr:2).

 

Yang Mendorong Seorang Muslim Memperhatikan ISHLAH (Perbaikan) Rumahnya.

1.Menjaga diri dan keluarga dari api Neraka jahannam dan selamat dari siksa yang menyala-nyala. Allah berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.(At-Tahrim : 6).

 

2 Besarnya tanggung jawab yang dibebankan terhadap pemimpin rumah di hadapan Allah pada hari perhitungan. Rasulullah saw bersabda :

“Sesungguhnya Allah Ta’ala akan meminta pertanggung jawaban kepada setiap pemimpin atas apa yang dipimpinnya, apakah ia menjaga kepemimpinannya atau melalaikannya, sehingga seorang laki-laki ditanya tentang anggota keluarganya”.Hadits Hasan, diriwayatkan oleh An-Nasa’i dalam Isyratun Nisaa’, hadits no 292 dan Ibnu Hibban dari Anas dalam Shahihul Jami’ , no.1775; As-Silsilah Ash- Shahihah no.1636.

 

3.Rumah adalah tempat menjaga diri dan keselamatan dari berbagai kejahatan, bahaya dan fitnah. Rasulullah saw bersabda :

“Beruntunglah orang yang menguasai lisannya dan lapang rumahnya serta menangis atas kesalahannya.” Hadits Hasan, diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jamul Ausath dari Tsauban dan terdapat dalam Shahihul Jami’, no.3824.

“Keselamatan seseorang dalam fitnah yaitu ia senantiasa mendiami rumahnya.” Hadits Hasan, diriwayatkan oleh Ad-Dailami dalam Musnadul Firdaus dari Abu Musa; terdapat dalam Shahihul jami’ no.3543, dan lafazh dalam Sunan oleh Ibnu Abi ‘Ashim, no.1021. Dalam takhrij ia mengatakan : “Hadits ini shahih “.

4 Sesungguhnya sebagian besar manusia menggunakan waktunya di dalam rumah.

 

5.Ini yang terpenting, rumah merupakan sarana yang paling besar untuk membangun masyarakat muslim.

 

 

APA SARANA-SARANA UNTUK MEMPERBAIKI RUMAH?

Nasehat (1): Memilih Istri yang Tepat

Baca Lanjutannya…

Oleh: kajianmuslimah | 15 Januari 2008

7 Faktor kehancuran keluarga

Kajian Muslimah

Hari, tanggal: Kamis, 3 Januari 2008

Pemateri: Mba Juariah

Materi: 7 Faktor Kehancuran Keluarga

 

 


mungkin diantara yg hdir dikajian ini msih ada yg belum berkeluarga namun meski belum punya keluarga sendiri tapi kan anggota dari keluarga juga yah or bisa dijadikan bekal untuk berkeluarga nantinya, amiin

Di dalam rumah tangga selalu memiliki rintangan dan penyebab kehancuran, dalam pandangan Psikofitrah ada 7 penyebab kehancuran keluarga. Kehancuran keluarga ditengah masyarakat berarti juga kehancuran satu bangsa sebab keluarga adalah cermin dari satu bangsa

 

1. Akidah yang keliru atau sesat, misalnya mempercayai kekuatan dukun, magic dan sebangsanya. Bimbingan dukun dan sebangsanya bukan saja membuat langkah hidup tidak rationil, tetapi juga bisa menyesatkan pada bencana yang fatal.

 

2. Makanan yang tidak halalan thayyiba. Menurut hadis Nabi, sepotong daging dalam tubuh manusia yang berasal dari makanan haram, cenderung mendorong pada perbuatan yang haram juga (qith`at al lahmi min al haram ahaqqu ila an nar). Semakna dengan makanan, juga rumah, mobil, pakaian dan lain-lainnya.

 

3. Kemewahan. Menurut al Qur’an, kehancuran suatu bangsa dimulai dengan kecenderungan hidup mewah, mutrafin (Q/17:16), sebaliknya kesederhanaan akan menjadi benteng kebenaran. Keluarga yang memiliki pola hidup mewah mudah terjerumus pada keserakahan dan perilaku manyimpang yang ujungnya menghancurkan keindahan hidup berkeluarga.

Baca Lanjutannya…

Oleh: kajianmuslimah | 5 Januari 2008

Anak, teknologi & masa depan Islam

Kajian Muslimah

Hari , tanggal : Kamis, 27 Desember 2007

Pemateri : Mba Dessy (dessy71)

Materi : Anak, teknologi & masa depan Islam

 

 

Anak-anak kita saat ini hidup pada era teknologi yang dapat dinikmati secara individual dan konsumtif. Hal ini terjadi dengan adanya inovasi yang besar-besaran terhadap teknolgi yang berbasis elektronik seperti: televisi, sistem seluler yang menawarkan berbagai aplikasi pada hand phone , VCD, dan Internet.

 

Akibat teknologi itu, anak-anak kita saat ini kehilangan kemampuan untuk memiliki interaksi sosial yang baik dengan peer group-nya dan juga orang lain di luar diri mereka. Akibatnya, anak-anak kita saat ini tidak memiliki kecakapan sosial yang memadai akibat kebiasaan menikmati teknologi yang cara pemanfaatannya memang dapat dilakukan secara individual. Keadaan ini dalam jangka panjang akan membuat anak-anak kita menjadi generasi yang egois dan hedonis. Selain dampak tersebut bahaya jangka pendek akibat teknologi sesungguhnya tengah mengintai anak.

 

Internet merupakan satu dari sekian bentuk kemajuan teknologi, tak hanya di negara maju, saat ini internet telah merambah masuk tak hanya ke ruang-ruang kantor tapi bahkan telah sampai ke rumah-rumah, di negara2 berkembang. Kecenderungan orang tua bangga jika anaknya mahir menggunakan internet, “tidak gagap teknologi” begitu istilahnya. Sehingga anak-anak dibiarkan leluasa menggunakan internet yang menghubungkannya dengan dunia luar, orang tua sendiri bahkan tidak tahu atau tidak peduli bahwa links yang di klik ternyata mengantarkan anak-anak mereka ke dunia lain yang berbahaya…

 

Anak & Internet

Sekitar dua bulan lalu, di sekolah anak saya diadakan pertemuan khusus orangtua dan guru-guru untuk membahas masalah dampak internet. Di sini internet sudah menjadi kebutuhan harian rumah tangga, hampir semua rumah memiliki koneksi 24 jam dengan harga terjangkau. Era computer yang menawarkan system wireless juga semakin mempermudah seluruh anggota keluarga menggunakan internet dalam waktu bersamaan, dengan komputer atau laptop yang berbeda, di ruangan berbeda… sedemikian personalnya sehingga akses orang tua untuk mengetahui apa yang dilakukan anak semakin sulit.

 

Dalam pertemuan guru dan orang tua tersebut dibahas manfaat & mudharat internet, menurut orang tua manfaat internet adalah : sebagai hiburan, komunikasi yg cepat dalam & luar negeri, belanja online, pembayaran online berbagai rekening/tagihan, sumber informasi dll

 

Sedangkan mudharatnya disebutkan : dapat membuat kecanduan (lupa waktu), akses situs berbahaya, kontak anonym, membuat fisik lemah (krn duduk & menatap monitor terus menerus), kesepian, kekerasan dari game/program lainnya, penipuan, bullying.

Baca Lanjutannya…

Oleh: kajianmuslimah | 14 Desember 2007

“Dizkrul Maut”

Kajian Muslimah -Kamis, 13 Desember 2007

Materi : Dizkrul Maut

Pemateri : Teh Ike

 

 

 

Kali ini saya mau sama-sama beajar ttg mengingat kematian. Bagaimana menyikapi sebuah kematian yang memang pasti akan datang dan bagaimana nasehat ampuh untuk bekal hidup kita. Ada sebuah hadist yg diriwayatkan At Thabrani …: Perbanyaklah mengingat sesuatu yag melenyapkan semua kelezatan, yaitu kematian. Berbahagialah hamba-hamba Allah yang senantiasa bercermin dari kematian. Tak ubahnya seperti guru yang baik, kematian memberikan banyak pelajaran, membingkai makna hidup, bahkan mengawasi alur kehidupan agar tak lari menyimpang.

Nilai-nilai pelajaran yang ingin diungkapkan guru kematian begitu banyak, menarik, bahkan menenteramkan. Di antaranya adalah apa yang mungkin sering kita rasakan dan lakukan.

 

 

1. Kematian mengingatkan bahwa waktu sangat berharga

Tak ada sesuatu pun buat seorang mukmin yang mampu mengingatkan betapa berharganya nilai waktu selain kematian. Tak seorang pun tahu berapa lama lagi jatah waktu pentasnya di dunia ini akan berakhir. Sebagaimana tak seorang pun tahu di mana kematian akan menjemputnya.

Ketika seorang manusia melalaikan nilai waktu pada hakekatnya ia sedang menggiring dirinya kepada jurang kebinasaan. Karena tak ada satu detik pun waktu terlewat melainkan ajal kian mendekat. Allah swt mengingatkan itu dalam surah Al-Anbiya ayat 1, “Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).”

Pernahkan kita mencoba membisikkan dalam hati kita bahwa … siapa tahu besok/nanti mlm kita meninggal? padahal pekerjaan kita masih banyak yg tertunda dan sengaja ditunda, pekerjaan kewajiabn

Baca Lanjutannya…

Oleh: kajianmuslimah | 11 Desember 2007

Sharing Ilmu

Kajian Muslimah Online

Hari Senin, 10 Desember 2007

 

Materi : Puasa Sunat Arafah

Pemateri : Mba Diana

 

Mba Diana,

Hanya mengingatkan, utk puas Arafah, jgn sampai terlewat. Pahalanya besar banget loh..

Puasa Arafah itu dikerjakan pd tgl 9 Dzulhijah, bertepatan dg saudara2 kita yg sdg berhaji sedang wukuf di Arafah. Jadi, yg disunahkan puasa adlh bagi yg tdk menunaikan haji. Nabi saw. bersabda, “Puasa hari Arafah bisa menghapus dosa selama dua tahun, tahun lalu dan tahun yang akan datang. ” (HR al-Jamaah kecuali Bukhari dan al-Tirmidzi).

Ini keterangan di syariah-online..

Dalil puasa tanggal 9 Zulhijjah atau yang dikenal puasa Arafah itu adalah sabda Rasulullah SAW : Puasa hari Arafah itu bahwa dia itu menggugurkan dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya” (HR. Muslim)

Sedangkan dalil puasa 8 hari bulan Zulhijjah adalah sebagai berikut :

Empat hal yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW: [1] Puasa hari Asyura, [2] Puasa 1-8 zulhijjah, [3] 3 hari tiap bulan dan [4] dua rakaat sebelum fajar. (HR. Ahmad, Abu Daud dan Nasai).

 

Dari Ibni Abbas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,Tidak ada amal yang lebih dicintai Allah dari hari ini, (yaitu 10 hari bulan Zulhijjah). Mereka bertanya,Ya Rasulullah SAW, dibandingkan dengan jihad fi sabilillah ?eskipun dibandingkan dengan jihad fi sabililllah. (HR. Jamaah keculai muslim dan Nasai Lihat Nailul Authar : 3/312).

 

Tanggal 1-8 di sunnahkan, tapi, yg lbh diutamakan yg tgl 9 dzulhijah saja.

 

Kemudian amalan lain di bln dzulhijah selain puasa arafah adalah berkurban. Jadi, bagi yg mampu berkurban, jangan sungkan2 utk berkurban yah..Berikan kurban yg terbaik..Kalau milih kambing/domba, pilih yg paling gagah, paling sehat, paling ganteng lah.

 

 

Baca Lanjutannya…

Oleh: kajianmuslimah | 7 Desember 2007

Kisah Si Penebang Pohon

Pemateri : Ibu Ata

Tanggal : 6 Desember 2007

Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.

Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu”.

Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. “Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku, bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.

Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan terakhir kamu mengasah kapak?
“Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu, saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga”. Kata si penebang.

“Nah, disinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal.

Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan. Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.

Baca Lanjutannya…

Oleh: kajianmuslimah | 22 November 2007

Adab Berinteraksi dengan Sesama Muslim

Pemateri: Ibu Ike
Tanggal: 22 November 2007

MATERI

Begitu banyak buku-buku populer manajemen dan pengembangan diri, sebutlah buku populernya Dale Carnegie, How to Win Friends & Influence People atau John C. Maxwell, 25 Ways To Win With People, atau Stephen R. Covey dengan The 7 Habits of Highly Effective People atau berbagai terbitan Gramedia lainnya seperti “Cara Praktis Meningkatkan Ketrampilan Komunikasi Anda” dan masih banyak lagi judul-judul sejenis.

Bagaimana cara ‘hidup lebih baik’ dengan membina hubungan yang baik dengan orang lain di sekitarnya, itu adalah fokus bahasannya. Bagaimana cara berinteraksi dengan orang lain, mengasah kepekaan emosional, bertoleransi, selalu bersikap positif, tips-tips cara mendapat dan mempengaruhi teman, cara berkomunikasi yang baik, dengan think win-win, memahami lebih dahulu, maupun bersinergi.

Menariknya, Islam sebagai agama yang sempurna, sudah mengajarkan semua itu, dengan Rasulullah saw sebagai model utamanya. Innama bu’itstu liutammima makaarimal akhlaq, sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq, demikian sabda Rasulullah saw. Akhlaq dalam seluruh bidang kehidupan, bagaimana berinteraksi dengan orang tua, dengan sanak keluarga, dengan tetangga, dan seterusnya.

Nah, berikut ini adalah tips-tips dari Rasulullah saw bagaimana cara berinteraksi dengan sesama muslim.
Baca Lanjutannya…

Oleh: kajianmuslimah | 19 November 2007

Pandangan Mata

Pemateri: Ibu Ulfa
Tanggal: 19 November 2007

MATERI

Pada kesempatan kali ini ingin menyampaikan tentang salah satu aktivitas indera kita yaitu mata. Benar tentang Pandangan Mata.

Mungkin indera mata kita adalah indera tercepat dalam menangkap hal di luar tubuh kita. Pandangan Mata selalu menyukai hal-hal yang indah dan menakjubkan, mata akan terbuka bila melihat hal-hal yang dicintai. Mata pun akan terpejam bila melihat hal-hal yang menyilaukan ataupun hal yang tidak disukai.

Pandangan Mata yang bagaimanakah yang disukai Allah? Baca Lanjutannya…

Oleh: kajianmuslimah | 15 November 2007

Nafsul Insan

Pemateri: Ibu Ulya
Tanggal: 15 November 2007

MATERI

Insya Allah hari ini saya akan membawakan materi tentang nafsul insan, nafsu manusia. Sebuah materi yang mungkin sudah sering kita dengar dan lebih ditujukan sebagai nasehat dan tausiah bagi diri sendiri. Mudah-mudahan bagi yang sudah pernah mendengar/mendapatkannya bisa menjadi materi untuk mengingatkan lagi. Bagi yang belum pernah, jadi tausiah bagi diri akhwatfillah rahimakumullahu.

Sebagai mahluk ciptaan Allah SWT, setiap manusia jiwanya diberi dua jalan, yaitu jalan takwa dan fujur (kesesatan). Kita diberi kebebasan untuk memilih yang baik atau yang buruk.

Baca Lanjutannya…

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »

Kategori