Oleh: kajianmuslimah | 24 April 2008

Abdullah Bin Mas’ud

Kajian Muslimah

Hari , tanggal : Kamis, 24 April 2008

Materi : Abdulllah Bin Mas’ud

Pemateri : Ummi Septina H

ABDULLAH BIN MAS’UD

Abdullah bin Mas’ud adalah orang yang pertama kali mengumandangkan Al Qur’an dengan suara merdu.

Keimanannya berawal ketika pertemuan nya pertama kali dengan Rasulullah yaitu: Ketika Abdullah masih remaja dan sebagai penggembala kambing milik ‘Uqbah bin Mu’aith, tiba tiba dating Nabi saw bersama Abu Bakar dan bertanya : “Hai Nak, apakah kamu punya susu untuk minuman kami ?”. Di jawab Abdullah “Aku orang kepercayaan dan tak dapat memberi anda berdua minuman”. Maka sabda Nabi saw : Apakah kamu punya kambing betina mandul, yang belum dikawini oleh jantan ?”. Lalu Abdullah membawakan kambing itu kepada nabi dan Abu Bakar. Kambing itu di ikat kaki nya oleh nabi lalu di sapu susu nya sambil memohon kepada Alloh, dan tiba tiba susu itu mengeluarkan air yang banyak. Kemudian Abu Bakar mengambil sebuah batu cembung yang digunakan Nabi untuk menampung perahan susu. Lalu Abu Bakar pun minum dan Abdullah pun ikut meminumnya. Setelah itu nabi menitahkan kepada susu :”Kempislah!”, maka susu itu menjadi kempis.

Setelah peristiwa itu, Abdullah mendatangi Nabi dan meminta untuk diajarkan kata kata Nabi tersebut, dan nabi berkata :”Engkau akan menjadi seorang anak terpelajar”

Abdullah adalah seorang miskin yang tidak pernah berani jalan melewati pembesar2 Quraisy melainkan jalan dengan berjingkat dan menundukkan kepala, Abdullah seorang yang berbadan kecil dan kurus. Kekagumannya kepada Nabi membuat Abdullah ingin belajar apa apa yg dikatakan oleh nabi. Abdullah bin Mas’ud beriman kepada Allah bahkan sebelum Rasulullah masuk ke rumah Arqom dan merupakan orang ke enam yang masuk islam dan mengikuti Rasulullah.

Di kemudian hari Setelah masuk Islam, Abdullah bin Mas’ud tampil di depan majelis para bangsawan dan pemuka Quraisy, duduk berkumpul lalu berdiri di hadapan mereka dan mengumandangkan suaranya yang merdu membacakan wahyu Allah.

Dari Zubair r.a : Yang mula mula membacakan Al Qur;’an di Makkah setelah Rasulullah saw adalah Abdullah ibnu Mas’ud r.a. Pada suatu hari para sahabat Rasulullah berkumpul dan mereka berkata: “Demi Allah orang orang Quraisy belum lagi mendengar sedikitpun Al Qur’an ini dibaca dengan suara keras di hadapan mereka, lalu menawarkan kepada yang hadir, siapakah diantara mereka yang bersedia memperdengarkannya ?. Maka Ibnu Mas’ud menyanggupinya, tetapi para sahabat sangat mengkhawatirkan keselamatan Ibnu Mas’ud. Para sahabat menginginkan laki laki yang mempunyai kerabat yang akan mempertahankannya dari orang orang itu jika bermaksud jahat. Tetapi Ibnu Mas’ud tetap ingin membacakanQur’an itu dan percaya pasti Allah akan membela nya.

Maka datanglah Ibnu Mas’ud kehadapan kaum Quraisy di waktu dhuha, yakni ketika mereka sedang berada dib alai pertemuannya. Ibnu Mas’ud berada di panggung lalu membaca surat Ar-rahman. Kaum Quraisy memperhatikan Ibnu Mas’ud sambil bertanya diantara sesame mereka…apa yang dibaca oleh Ibnu Mas’ud. Setelah tahu bahwa yang dibaca adalah seperti yang di baca oleh nabi Muhammad, maka mereka mendatangi Ibnu Mas’ud dan memukuli, tetapi Ibnu Mas’ud terus membaca bacaan nya sampai batas yang Allah kehendaki dan seluruh tubuhnya babak belur, dan Ibnu Mas’ud pun kembali kepada para sahabat. Para sahabatpun berkata : Inilah yang kami khawatirkan terhadapmu, tetapi Ibnu Mas’ud berkata : Sekarang ini tidak ada yg lbh mudah bagiku dari menghadapi musuh2 Allah itu, dan seandainya tuan tuan kehendaki, saya akan mendatangi mereka kembali dan berbuat hal yang sama esok hari.

Allah menganugerahkan Ibnu Mas’ud dengan kemudahan menghafal dan memperdengarkan kepada orang lain bacaan Qur’an dengan suara yang sangat merdu, sehingga dia berucap : Saya telah menampung 70 surat Al Qur’an yang ku dengar langsung dari Rasulullah saw, tiada seorangpun yang menyaingiku dalam hal ini. Ibnu Mas’ud mempertaruhkan nyawa dalam mengumandangkan Al Qur’an secara terang terangan dan menyebar luaskan nya di segenap pelosok kota Makkah di saat penyiksaan dan penindasan merajalela di sana. Sehingga Rasulullahpun memberi wasiat kepada para sahabat agar mengambil ilmu dari Ibnu Mas’ud sebagai teladan : Berpegang teguhlan pada ilmu yang diberikan oleh Ibnu Mas’ud.

Dalam wasiat lain, Rasulullah pun bersabda : Barangsiapa yang ingin hendak mendengar Al Qur’an tepat seperti di turunkan, hendaklah dia mendengarkan Ibu Mas’ud.

Rasulullah telah lama menyenangi bacaan Qur’an Ibnu Mas’ud, pada suatu hari Ibnu Mas’ud dipanggil dan Rasulullah minta Ibnu Mas’ud membacakan Qur’an untuknya. Ibnu Mas’ud berkata : Haruskah aku membacakannya pada anda wahai Rasulullah ?. Rasulullah menjawab : Saya ingin mendengarnya dari mulut orang lain. Maka Ibnu Mas’ud pun membacakan Qur’an untuk Nabi surat An Nisa sampai ayat 42, Nabi kemudian menangis dan tak sanggup lagi mendengar.

Keistimewaan Ibnu Mas’ud telah diakui oleh para sahabat, Sahabat Umar berkata : Sungguh ilmunya tentang Fiqih berlimpah limpah. Abu Musa Asy’ari berkata : Jangan tanyakan kepada kami sesuatu masalah selama kiyai ini berada di antara tuan tuan.

Suatu ketika para sahabat memperkatakan pribadi Ibnu Mas’ud : Sungguh, sementara kita terhalang, ia di beri restu, dan sementara kita bepergian, ia menyaksikan (tingkah laku Rasulullah saw)

Sayangnya Rasulullah dan kepercayaan Rasul terhadap Ibnu Mas’ud sangat memungkinkan beliau untuk bergaul lebih dekat dengan Rasul, sampai sampai Rasulullah berkata : Saya ijinkan kamu bebas dari tabir hijab”

Akhlaq nya yang bagus tergambar ketika Ibnu Mas’ud menyampaikan hadits dari Rasulullah saw setelah beliau wafat yaitu tubuhnya selalu bergetar dengan amat sangat dan ia tampak gugup dan gelisah, karena takut akan lupa dan berakhir dengan kesalahan menaruh kata di tempat yg lain.

Ibnu Mas’ud tak hendak berpisah dari Rasulullah baik di waktu bermukim maupun bepergian. Ibnu Mas’ud juga menjadi bagian dari peperangan dan pertempuran. Dan dalam perang Badar, peranan Ibnu Mas’ud yg sangat penting membuat robohnya Abu Jahal, sehingga Umar menjadikannya bendaharawan di kota Kufah. Umar berkata kepada penduduk Kufah : Demi Allah yang tiada Tuhan melainkan Dia, sungguh saya lebih mementingkan tuan tuan dari diriku, maka ambillah dan pelajarilah ilmu darinya.

Penduduk Kufah sangat mencintai Ibnu Mas’ud sehingga ketika Ibnu Mas’ud akan diberhentikan dari jabatannya sebagai bendahara oleh Khalifah Utsman, mereka berkata : Tetaplah anda tinggal bersama kami di sini dan jangan pergi, dan kami bersedia membela anda dari malapetaka yg menimpa anda. Tetapi kebesaran jiwa dan ketaqwaan Ibnu Mas’ud, beliau menjawab : Saya harus taat kepadanya, dan dibelakang hari akan timbul peristiwa peristiwa dan fitnah, dan saya tak ingin menjadi orng yang mula mula membukakan pintunya.

Perdebatan dan perselisihan yang sengit antara Ibnu Mas’ud dan Khalifah Ustman membuat gaji dan tunjangan pensiunnya di tahan di baitul mall, tetapi Ibnu Mas’ud tetap membela Utsman, ketika terdengar oleh nya bahwa Ustman akan dibunuh:

Sekiranya mereka membunuhnya, maka tak ada lagi orang sebanding dengannya yang akan mereka angkat sebagai Khalifah”. Tak pernah sekalipun Ibnu Mas’ud mengatakan hal yg tdk baik terhadap Utsman, walaupun dia dikucilkan.

Pesan Ibnu Mas’ud:
Sebaik baik kaya ilaha kaya hati
Sebaik baik bekal ialah taqwa
Seburuk buruk buta ialah buta hati
Sebesar besar dosa adalah dusta
Sejelek jelek usaha adalah memungut riba
Seburuk buruk makanan ialah memakan harta anak yatim
Siapa yang memaafkan orang akan dimaafkan Allah
Dan siapa yang mengampuni orang akan diampuni Allah


About these ads

Responses

  1. Mohon maaf untuk materi hari kamis, 24 April 2008 tidak bisa disampaikan ke room, dikarenakan pemateri yaitu ummi septina ada kendala yaitu Ym beliau erorr jika join conference,
    afwan untuk akhwatifillah …

    materi diatas adalah materi untuk hari kamis, 24 April 2008
    mohon maaf untuk tampilan masih belum dirapikan kembali,
    jika kesulitan dalam membaca, ahsan silakan ukhti untuk mengcopy ke word dan bisa di baca dengan media word tersebut.
    jazakumullah khoiron katsiron wa afwan dalam penyelenggaraan kamus tidak lancar.

    -moderator kamus , kamis 24 April 08-
    -muza-


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: