Oleh: kajianmuslimah | 29 Maret 2008

7 Faktor Kehancuran Rumah Tangga

Kamus kamis 3 jan 2008

Pemateri : Mba Juariah

Materi : 7 Faktor Kahancuran Keluarga

 

7 fakttor kehancuran keluarga

Mungkin diantara yg hdir dikajian ini msih ada yg belum berkeluarga namun meski belum punya keluarga sendiri tapi kan anggota dari keluarga juga yah or bisa dijadikan bekal untuk berkeluarga nantinya, amiin oh ya kita sampai jam berapa yah? Di dalam rumah tangga selalu memiliki rintangan dan penyebab kehancuran, dalam pandangan Psikofitrah ada 7 penyebab kehancuran keluarga. Kehancuran keluarga ditengah masyarakat berarti juga kehancuran satu bangsa sebab keluarga adalah cermin dari satu bangsa :

 

1. Akidah yang keliru atau sesat, misalnya mempercayai kekuatan dukun, magic dan sebangsanya. Bimbingan dukun dan sebangsanya bukan saja membuat langkah hidup tidak rationil, tetapi juga bisa menyesatkan pada bencana yang fatal.

2. Makanan yang tidak halalan thayyiba. Menurut hadis Nabi, sepotong daging dalam tubuh manusia yang berasal dari makanan haram, cenderung mendorong pada perbuatan yang haram juga (qith`at al lahmi min al haram ahaqqu ila an nar).

Semakna dengan makanan, juga rumah, mobil, pakaian dan lain-lainnya.

 

Kemewahan. Menurut al Qur’an, kehancuran suatu bangsa dimulai dengan kecenderungan hidup mewah, mutrafin (Q/17:16), sebaliknya kesederhanaan akan menjadi benteng kebenaran. Keluarga yang memiliki pola hidup mewah mudah terjerumus pada keserakahan dan perilaku manyimpang yang ujungnya menghancurkan keindahan hidup berkeluarga.

 

4. Pergaulan yang tidak terjaga kesopanannya (dapat mendatangkan WIL dan PIL). Oleh karena itu suami atau isteri harus menjauhi “berduaan” dengan yang bukan muhrim, sebab meskipun pada mulanya tidak ada maksud apa-apa atau bahkan bermaksud baik, tetapi suasana psikologis “berduaan” akan dapat menggiring pada perselingkuhan. 5. Kebodohan. Kebodohan ada yang bersifat matematis, logis dan ada juga kebodohan sosial. Pertimbangan hidup tidak selamanya matematis dan logis, tetapi juga ada pertimbangan logika sosial dan matematika sosial.

 

6. Akhlak yang rendah. Akhlak adalah keadaan batin yang menjadi penggerak tingkah laku. Orang yang kualitas batinnya rendah mudah terjerumus pada perilaku rendah yang sangat merugikan.

 

7. Jauh dari agama. Agama dalah tuntunan hidup. Orang yang mematuhi agama meski tidak pandai, dijamin perjalanan hidupnya tidak menyimpang terlalu jauh dari rel kebenaran. Orang yang jauh dari agama mudah tertipu oleh sesuatu yang seakan-akan “menjanjikan” padahal palsu.

 

Wassalam,

Agussyafii

* * * * *

Diskusi

 

Shinta Agustian: mau nanya

psikofitrah itu apa? baru denger nih….membahas apa aja

titim sukmawati: Psikofitrah adalah ilmu yang mempelajari sunatullah (hukum Alloh) dalam jiwa manusia. Sebagaimana sunatullah yang berada di alam semesta, di dalam jiwa manusia juga berlaku sunatullah. Ketika anda berpikir hidup ini adalah keajaiban maka sunah Alloh menyediakan keajaiban dalam hidup anda. Banyak keajaiban yang anda sendiri tidak enduga. Bagaimana mungkin semua itu terjadi? Tanya anda. Semua itu mungkin terjadi bila Alloh menghendaki. Maka berhati-hatilah dengan pikiran anda sebab bisa menjadi kenyataan.

Wassalam,

agussyafii

Juariah: oh ya mb shinta pertanyaan yg kedua apa?

Shinta Agustian: sejauh mn qt bisa/boleh meminta tolong pd suami

Shinta Agustian: saat qt merasa kewalahan dg amanah sbg istri dan ibu

Shinta Agustian: kadang ada kekhawatiran, sayanya yg blm optimal dg manajemen semuanya

Shinta Agustian: bahkan terkadang sempatrasa tdk mampu

Shinta Agustian: hal ini bnyk dialami oleh teman2 (nanya jg ke saya maksdnya), bahkan ada bbrp yg merasa sampe stress dg posisi yg sekarang (sbg ibu, yg otomatis waktu ibadahd an ketenangan ibadah merasa sngt jauuh berkurang)

Shinta Agustian: haik itu saja, jazakillaah

Juariah: maksud pertanyaanya disini ttg kondisi ibadah yg jauh berkuarang or sejauh mana kita minta pertolongan suami mb?

Juariah: kyknya saya malu neh ah,…mb shinta lebih tahu kali yah,…..tapi saya coba jawab yah

Juariah: sampai dimana kita bisa minta bantuan suami, yah tak ada batas nya dong

Juariah: selama suami ridho menolong urusan RT

Juariah: oh ya malah kata suami saya tak ada batasnya loh

Juariah: karena sebenarnya kewajiban menyiapkan rumah, makanan utk keluarga dll semua tanggung jawab suami istri cuma wajib melayani suami

Juariah: kalau istri bisa masak bisa merapikan rumah dll itu bonus dan bernilai pahala disisi Allah

Juariah: jadi menurut saya tdk usah sungkan minta tolong suami apapun saja selama kondisi yg pas (suami sdg ada waktu dan tdksdg lelah)

Juariah: gitu mb shinta

icha faricha: tnyata jobdesc ngurus rumah& nyiapin mkn & tetek bengek tuh buat swami y?

icha faricha: pi knyataan di msyarakt muslim indonesia kok di balik

icha faricha: keknya klo d sni smua itu malah kwajiban istri

Juariah: tapi bener loh mb suatu hari kami pernah ikut daurah dan kami baru tahu ternyata yg WAJIB menyiapkan makanan dan pakaian juga tempat perlindungan itu suami

Juariah: jelas kita yg warga INA yg biasa melihat bahwa semua itu kewajiban istri jadi kaget yah

^diana^: ya, kata ust muslim zainudin jg begitu.. beliau ustadz spesialis pernikahan, dr bandung..

^diana^: katanya, semua tugas rumah tangga itu adalah kewajiban suami..

^diana^: semuanya..

^diana^: tugas istri cuma satu, nurut sama suami..

^diana^: jadilah, suami menyuruh istri mengerjakan tugasnya..

^diana^: suami yg cerdas..

icha faricha: pengalihan jobdes scara spihak

Juariah: tapi kita ndak perlu ribut ttg kewajiban suami / istri itu loh nanti malah kerjaan ngak beres berantemnya iya

Ira indriani: iya betul ikhlash ajah

Juariah: mending masing-masing berusaha saling membantu pekerjaan rumah tangga

Dewi: setujuhhh

Juariah: disaat suami keluar rumah untuk mancari nafkah

Juariah: istri dirumah yah masak, nyuci, jemur, nytrika (ngak perlu bgt sih kt suami)

Juariah: hehehe masa selama suami diluar kita mau TIDUR ajah

Juariah: nah suami dateng dah malem sambel lipetin pakaian berdua kita ngobrol tentang hari itu

Ira indriani: nah klo yg cari nafkah dua duanya gmn mbak

Juariah: duhh indah kan?

Juariah: dua-duanya?

Ira indriani: seperti saya dan ibu fitri

Juariah: berarti ada pendelegasian ke khodimat

Juariah: nah moso suami yg ngurus khodimat?

Juariah: ngak punya khodimat?

Juariah: sepulang kerja nyuci bareng2

Juariah: or suami nyuci istri masak

Juariah: abis nyuci cape masakan mateng makan berdua indah juga kan?

Ira indriani: klo swami masih merasa jd raja maunya tdr klo d rumah piye..biar hindarin berantem

Juariah: jadi dibuat santai saja, rumah berantakan anak2 masih kotor suami baru pulang kita ajah sama-sama anak dan suami beresin sama2

Juariah: untuk suami yg seperti itu kasihan sekali suaminya,…sebab PAHALA jadi milik istri ajah dong

Juariah: masa ngak mau saingan sama2 meraih pahala hehehe

Dewi: tapi biasanya kan kl suami plg itu pengennya rmh udah rapi, anak2 udah mandi istri udah cakep

^diana^: kebanyakan gitu ya wi..

Juariah: itukan biasanya yah dewi?

Juariah: yg tidak seperti itu berarti SUAMI LUAR BIASA

Dewi: iyah

^diana^: nah, akhwat yg blm menikah, carilah SUAMI LUAR BIASA..

Dewi: tapi gmn nyiasatinay

icha faricha: Cari suami yg kek gtu, d mn ya mbak?

Dewi: krn istri memiliki epranganda

Dewi: peran ganda

^diana^: yg udh menikah, jadikan suami kita menjadi SUAMI LUAR BIASA..

titim sukmawati: nah itu….dimana kah calon suami luar biasa itu

Juariah: JADI ISTRI YANG LUAR BIASA juga dong say

^diana^: eh iya mba Ju..

Juariah: artinya kita siap menerima suami kita apa adanya,…semangat dalam mencari pahala

Juariah: siap membantu urusan suami baik materi maupun urusan rumah tangga

Juariah: tapi yg terpenting adalah keterbukaan yah

^diana^: komunikasi ya mba..

Juariah: apapun berusahalah utk senantiasa terbuka

Juariah: betul

Juariah: mas hari ini aku capee sekali anak2 rewel pijit dong misalnya

titim sukmawati: iya kl suami nya ngerti mba….kadang suami juga merasa cape kerja di luar rumah, yg ada di cuexin kl ya

Juariah: kalau gitu kita pijitin dia duluan

Juariah: bilang abis ini gantian yah mas misalnya

icha faricha: enak ya klo da pnya suami, apalagi yg enak diajak ngomong gtu

icha faricha: jd pngn cptan

^diana^: amin..

Juariah: amiin

Dewi: belum gantian eh si suami malah ketiduran kenenakan di pijitin

Shinta Agustian: aamiin

^diana^: belajar teknik mijit wi..

^diana^: teknik mijit yg ga buat ketiduran..

Shinta Agustian: nah masalhnya jg ga semua suami peja dg urusan rt

Dewi: gimana caranya

Shinta Agustian: peka mksdnya

Shinta Agustian: dan ga semua istri berani utk minta tolo g

Shinta Agustian: hihi. btw jazakillah khairbmbak ju

Juariah: oh ya baru2 ini saya lihat TV jepang sewaktu ke RS sambil ngantri saya lihat ada acara apa itu saya lupa

Juariah: disitu dikatakan berdasarkan angket

Juariah: ada 3 kalimat yg disukai suami

Juariah: kalau kita ingin minta tolong sesuatu kpd suami

Juariah: kalimat 1. Aku Yakin hanya enngkau saja yg bisa melakukan itu dengan beres

Juariah: langsung deh hidungnya kembang kempis dan insyallah akan segera berkata ada yg bisa dibantu mi? amiin

Juariah: 2.duhh aku bergantung sekali padamu nih

Juariah: 3.aku yakin didunia ini tak ada lk2 yg sebaik engkau untuk diriku

Juariah: aihh itu kata org jepang,…tapi menurut saya tak ada salahnya kita berusaha terapkan dalam rumah tangga kita yah

^diana^: eh mba, kmrn baca di mana gitu, katanya, suami tuh suka istri yg mandiri..

^diana^: jd gmn? beretntangan dg yg no 2 donk..

Juariah: itu kata2 kuncinya yg tepatnya gimana anda lebih tau

Juariah: itu pada saat2 tertentu saja di

Juariah: pada saat butuhhhhhhhh banget pertolongan dia

Juariah: misalnya mbetulin genteng bocor

Juariah: tak ada salahnya kita minta tlg suami sambil bilang gitu

Juariah: tapi kalau cuma make sepatu minta pakein suami jelas suami milih yg mandiri dong

Dewi: iya juga yah

titim sukmawati: Mba Ju…afwan tadi error komputer na, kalimat ke 2 dan ke 3 seperti apa ya

Juariah: 2.duhh aku bergantung sekali padamu nih (tapi urusan yg ecek2 ngak hatrus minta tolong suami lah yah)

juariah: 3.aku yakin didunia ini tak ada lk2 yg sebaik engkau untuk diriku

titim sukmawati: kl kalimat yg pertama dah sering di praktekin

Juariah: iya disitu difraghmenkan gimana kalau kita mengucapkan kalimat 1,2,3 atau kita mengucapkan sebaliknya

titim sukmawati: waduh itu kalimat yg ke-3 bikin suami terbang banged seperti na

Juariah: 1.kamugimana sih? lampu dikamar mandi kan mati terus letaknya tinggi sekali aku tdiak bisa melakukannya kamu kan lebih tinggi seharusnya kamu dong yg ganti misalnya

Juariah: waduh yg ada jadi berantem deh

titim sukmawati: istilah nya itu mah, bangunin singa yg tidur kali ya Mba , td nya ga mau marah jadi marah beneran

Juariah: coba pake kata2 mas lampu dikamar mandi kan mati tuh truss aku yah seperti mas ketahui tak lebih dr 150 centi mas kan tinggi guanteng ngak perlu jinke untuk hal ini aku betul2 bergantung pada mas deh ,…onegai (tolong) yah yang?

Juariah: nah ada bedanya kan?

^diana^: subhanallah..

Juariah: seperti itu mungin yah

^diana^: sepertinya harus dilatih ya mba..

Juariah: untuk yg belum menikah tekhik berkomunikasi diatas 3 kalimat bisa diucapkan keadik or kakak

^diana^: krn tipe-tipe orang kan berbeda..

Juariah: disaat ingij minta tolong

^diana^: maunya, to the point aja..

Juariah: iya tapi semua org ingin dihargai

Juariah: so tak ada salahnya kita menghargai dg pujian misalnya

titim sukmawati: mba..itu kan dari pihak kita sebagai istri

titim sukmawati: kl suami ke kita ada ga ya, kan kita juga ingin di puji dan rayu gitu

^diana^: setuju mba titim..

^diana^: tp sepertinya, sebaiknya kita yg memulai.. yg proaktif..

titim sukmawati: kadang suami juga seperti mba diana bilang ada yg to the point

^diana^: smg dg begitu, suami jd tertular..

titim sukmawati: Aminnn…Insya Allah

titim sukmawati: kadang ya mba….koq ada rasa ..af1 ya..cape kl selalu kita yg proaktif

titim sukmawati: kl kita curhat dan bilang ke suami..besok nya dia yg mulai duluan tuh tp ga lama…nanti gitu lagi .

Juariah: jangan bosan2 utk senantiasa memulai,…insyallah suatu saat suami akan memulai

 

*****

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: