
Kamus kamis 3 jan 2008
Pemateri : Mba Juariah
Materi : 7 Faktor Kahancuran Keluarga
7 fakttor kehancuran keluarga
Mungkin diantara yg hdir dikajian ini msih ada yg belum berkeluarga namun meski belum punya keluarga sendiri tapi kan anggota dari keluarga juga yah or bisa dijadikan bekal untuk berkeluarga nantinya, amiin oh ya kita sampai jam berapa yah? Di dalam rumah tangga selalu memiliki rintangan dan penyebab kehancuran, dalam pandangan Psikofitrah ada 7 penyebab kehancuran keluarga. Kehancuran keluarga ditengah masyarakat berarti juga kehancuran satu bangsa sebab keluarga adalah cermin dari satu bangsa :
1. Akidah yang keliru atau sesat, misalnya mempercayai kekuatan dukun, magic dan sebangsanya. Bimbingan dukun dan sebangsanya bukan saja membuat langkah hidup tidak rationil, tetapi juga bisa menyesatkan pada bencana yang fatal.
2. Makanan yang tidak halalan thayyiba. Menurut hadis Nabi, sepotong daging dalam tubuh manusia yang berasal dari makanan haram, cenderung mendorong pada perbuatan yang haram juga (qith`at al lahmi min al haram ahaqqu ila an nar).
Semakna dengan makanan, juga rumah, mobil, pakaian dan lain-lainnya.
Kemewahan. Menurut al Qur’an, kehancuran suatu bangsa dimulai dengan kecenderungan hidup mewah, mutrafin (Q/17:16), sebaliknya kesederhanaan akan menjadi benteng kebenaran. Keluarga yang memiliki pola hidup mewah mudah terjerumus pada keserakahan dan perilaku manyimpang yang ujungnya menghancurkan keindahan hidup berkeluarga.
4. Pergaulan yang tidak terjaga kesopanannya (dapat mendatangkan WIL dan PIL). Oleh karena itu suami atau isteri harus menjauhi “berduaan” dengan yang bukan muhrim, sebab meskipun pada mulanya tidak ada maksud apa-apa atau bahkan bermaksud baik, tetapi suasana psikologis “berduaan” akan dapat menggiring pada perselingkuhan. 5. Kebodohan. Kebodohan ada yang bersifat matematis, logis dan ada juga kebodohan sosial. Pertimbangan hidup tidak selamanya matematis dan logis, tetapi juga ada pertimbangan logika sosial dan matematika sosial.
6. Akhlak yang rendah. Akhlak adalah keadaan batin yang menjadi penggerak tingkah laku. Orang yang kualitas batinnya rendah mudah terjerumus pada perilaku rendah yang sangat merugikan.
7. Jauh dari agama. Agama dalah tuntunan hidup. Orang yang mematuhi agama meski tidak pandai, dijamin perjalanan hidupnya tidak menyimpang terlalu jauh dari rel kebenaran. Orang yang jauh dari agama mudah tertipu oleh sesuatu yang seakan-akan “menjanjikan” padahal palsu.
Wassalam,
Agussyafii
* * * * *
Diskusi
Shinta Agustian: mau nanya
psikofitrah itu apa? baru denger nih….membahas apa aja
titim sukmawati: Psikofitrah adalah ilmu yang mempelajari sunatullah (hukum Alloh) dalam jiwa manusia. Sebagaimana sunatullah yang berada di alam semesta, di dalam jiwa manusia juga berlaku sunatullah. Ketika anda berpikir hidup ini adalah keajaiban maka sunah Alloh menyediakan keajaiban dalam hidup anda. Banyak keajaiban yang anda sendiri tidak enduga. Bagaimana mungkin semua itu terjadi? Tanya anda. Semua itu mungkin terjadi bila Alloh menghendaki. Maka berhati-hatilah dengan pikiran anda sebab bisa menjadi kenyataan.
Wassalam,
agussyafii
Juariah: oh ya mb shinta pertanyaan yg kedua apa?
Shinta Agustian: sejauh mn qt bisa/boleh meminta tolong pd suami
Shinta Agustian: saat qt merasa kewalahan dg amanah sbg istri dan ibu
Shinta Agustian: kadang ada kekhawatiran, sayanya yg blm optimal dg manajemen semuanya
Shinta Agustian: bahkan terkadang sempatrasa tdk mampu
Shinta Agustian: hal ini bnyk dialami oleh teman2 (nanya jg ke saya maksdnya), bahkan ada bbrp yg merasa sampe stress dg posisi yg sekarang (sbg ibu, yg otomatis waktu ibadahd an ketenangan ibadah merasa sngt jauuh berkurang)
Shinta Agustian: haik itu saja, jazakillaah
Juariah: maksud pertanyaanya disini ttg kondisi ibadah yg jauh berkuarang or sejauh mana kita minta pertolongan suami mb?
Juariah: kyknya saya malu neh ah,…mb shinta lebih tahu kali yah,…..tapi saya coba jawab yah
Juariah: sampai dimana kita bisa minta bantuan suami, yah tak ada batas nya dong
Juariah: selama suami ridho menolong urusan RT
Juariah: oh ya malah kata suami saya tak ada batasnya loh
Juariah: karena sebenarnya kewajiban menyiapkan rumah, makanan utk keluarga dll semua tanggung jawab suami istri cuma wajib melayani suami
Juariah: kalau istri bisa masak bisa merapikan rumah dll itu bonus dan bernilai pahala disisi Allah
Juariah: jadi menurut saya tdk usah sungkan minta tolong suami apapun saja selama kondisi yg pas (suami sdg ada waktu dan tdksdg lelah)
Juariah: gitu mb shinta
icha faricha: tnyata jobdesc ngurus rumah& nyiapin mkn & tetek bengek tuh buat swami y?
icha faricha: pi knyataan di msyarakt muslim indonesia kok di balik
icha faricha: keknya klo d sni smua itu malah kwajiban istri
Juariah: tapi bener loh mb suatu hari kami pernah ikut daurah dan kami baru tahu ternyata yg WAJIB menyiapkan makanan dan pakaian juga tempat perlindungan itu suami
Juariah: jelas kita yg warga INA yg biasa melihat bahwa semua itu kewajiban istri jadi kaget yah
^diana^: ya, kata ust muslim zainudin jg begitu.. beliau ustadz spesialis pernikahan, dr bandung..
^diana^: katanya, semua tugas rumah tangga itu adalah kewajiban suami..
^diana^: semuanya..
^diana^: tugas istri cuma satu, nurut sama suami..
^diana^: jadilah, suami menyuruh istri mengerjakan tugasnya..
^diana^: suami yg cerdas..
icha faricha: pengalihan jobdes scara spihak
Juariah: tapi kita ndak perlu ribut ttg kewajiban suami / istri itu loh nanti malah kerjaan ngak beres berantemnya iya
Ira indriani: iya betul ikhlash ajah
Juariah: mending masing-masing berusaha saling membantu pekerjaan rumah tangga
Dewi: setujuhhh
Juariah: disaat suami keluar rumah untuk mancari nafkah
Juariah: istri dirumah yah masak, nyuci, jemur, nytrika (ngak perlu bgt sih kt suami)
Juariah: hehehe masa selama suami diluar kita mau TIDUR ajah
Juariah: nah suami dateng dah malem sambel lipetin pakaian berdua kita ngobrol tentang hari itu
Ira indriani: nah klo yg cari nafkah dua duanya gmn mbak
Juariah: duhh indah kan?
Juariah: dua-duanya?
Ira indriani: seperti saya dan ibu fitri
Juariah: berarti ada pendelegasian ke khodimat
Juariah: nah moso suami yg ngurus khodimat?
Juariah: ngak punya khodimat?
Juariah: sepulang kerja nyuci bareng2
Juariah: or suami nyuci istri masak
Juariah: abis nyuci cape masakan mateng makan berdua indah juga kan?
Ira indriani: klo swami masih merasa jd raja maunya tdr klo d rumah piye..biar hindarin berantem
Juariah: jadi dibuat santai saja, rumah berantakan anak2 masih kotor suami baru pulang kita ajah sama-sama anak dan suami beresin sama2
Juariah: untuk suami yg seperti itu kasihan sekali suaminya,…sebab PAHALA jadi milik istri ajah dong
Juariah: masa ngak mau saingan sama2 meraih pahala hehehe
Dewi: tapi biasanya kan kl suami plg itu pengennya rmh udah rapi, anak2 udah mandi istri udah cakep
^diana^: kebanyakan gitu ya wi..
Juariah: itukan biasanya yah dewi?
Juariah: yg tidak seperti itu berarti SUAMI LUAR BIASA
Dewi: iyah
^diana^: nah, akhwat yg blm menikah, carilah SUAMI LUAR BIASA..
Dewi: tapi gmn nyiasatinay
icha faricha: Cari suami yg kek gtu, d mn ya mbak?
Dewi: krn istri memiliki epranganda
Dewi: peran ganda
^diana^: yg udh menikah, jadikan suami kita menjadi SUAMI LUAR BIASA..
titim sukmawati: nah itu….dimana kah calon suami luar biasa itu
Juariah: JADI ISTRI YANG LUAR BIASA juga dong say
^diana^: eh iya mba Ju..
Juariah: artinya kita siap menerima suami kita apa adanya,…semangat dalam mencari pahala
Juariah: siap membantu urusan suami baik materi maupun urusan rumah tangga
Juariah: tapi yg terpenting adalah keterbukaan yah
^diana^: komunikasi ya mba..
Juariah: apapun berusahalah utk senantiasa terbuka
Juariah: betul
Juariah: mas hari ini aku capee sekali anak2 rewel pijit dong misalnya
titim sukmawati: iya kl suami nya ngerti mba….kadang suami juga merasa cape kerja di luar rumah, yg ada di cuexin kl ya
Juariah: kalau gitu kita pijitin dia duluan
Juariah: bilang abis ini gantian yah mas misalnya
icha faricha: enak ya klo da pnya suami, apalagi yg enak diajak ngomong gtu
icha faricha: jd pngn cptan
^diana^: amin..
Juariah: amiin
Dewi: belum gantian eh si suami malah ketiduran kenenakan di pijitin
Shinta Agustian: aamiin
^diana^: belajar teknik mijit wi..
^diana^: teknik mijit yg ga buat ketiduran..
Shinta Agustian: nah masalhnya jg ga semua suami peja dg urusan rt
Dewi: gimana caranya
Shinta Agustian: peka mksdnya
Shinta Agustian: dan ga semua istri berani utk minta tolo g
Shinta Agustian: hihi. btw jazakillah khairbmbak ju
Juariah: oh ya baru2 ini saya lihat TV jepang sewaktu ke RS sambil ngantri saya lihat ada acara apa itu saya lupa
Juariah: disitu dikatakan berdasarkan angket
Juariah: ada 3 kalimat yg disukai suami
Juariah: kalau kita ingin minta tolong sesuatu kpd suami
Juariah: kalimat 1. Aku Yakin hanya enngkau saja yg bisa melakukan itu dengan beres
Juariah: langsung deh hidungnya kembang kempis dan insyallah akan segera berkata ada yg bisa dibantu mi? amiin
Juariah: 2.duhh aku bergantung sekali padamu nih
Juariah: 3.aku yakin didunia ini tak ada lk2 yg sebaik engkau untuk diriku
Juariah: aihh itu kata org jepang,…tapi menurut saya tak ada salahnya kita berusaha terapkan dalam rumah tangga kita yah
^diana^: eh mba, kmrn baca di mana gitu, katanya, suami tuh suka istri yg mandiri..
^diana^: jd gmn? beretntangan dg yg no 2 donk..
Juariah: itu kata2 kuncinya yg tepatnya gimana anda lebih tau
Juariah: itu pada saat2 tertentu saja di
Juariah: pada saat butuhhhhhhhh banget pertolongan dia
Juariah: misalnya mbetulin genteng bocor
Juariah: tak ada salahnya kita minta tlg suami sambil bilang gitu
Juariah: tapi kalau cuma make sepatu minta pakein suami jelas suami milih yg mandiri dong
Dewi: iya juga yah
titim sukmawati: Mba Ju…afwan tadi error komputer na, kalimat ke 2 dan ke 3 seperti apa ya
Juariah: 2.duhh aku bergantung sekali padamu nih (tapi urusan yg ecek2 ngak hatrus minta tolong suami lah yah)
juariah: 3.aku yakin didunia ini tak ada lk2 yg sebaik engkau untuk diriku
titim sukmawati: kl kalimat yg pertama dah sering di praktekin
Juariah: iya disitu difraghmenkan gimana kalau kita mengucapkan kalimat 1,2,3 atau kita mengucapkan sebaliknya
titim sukmawati: waduh itu kalimat yg ke-3 bikin suami terbang banged seperti na
Juariah: 1.kamugimana sih? lampu dikamar mandi kan mati terus letaknya tinggi sekali aku tdiak bisa melakukannya kamu kan lebih tinggi seharusnya kamu dong yg ganti misalnya
Juariah: waduh yg ada jadi berantem deh
titim sukmawati: istilah nya itu mah, bangunin singa yg tidur kali ya Mba , td nya ga mau marah jadi marah beneran
Juariah: coba pake kata2 mas lampu dikamar mandi kan mati tuh truss aku yah seperti mas ketahui tak lebih dr 150 centi mas kan tinggi guanteng ngak perlu jinke untuk hal ini aku betul2 bergantung pada mas deh ,…onegai (tolong) yah yang?
Juariah: nah ada bedanya kan?
^diana^: subhanallah..
Juariah: seperti itu mungin yah
^diana^: sepertinya harus dilatih ya mba..
Juariah: untuk yg belum menikah tekhik berkomunikasi diatas 3 kalimat bisa diucapkan keadik or kakak
^diana^: krn tipe-tipe orang kan berbeda..
Juariah: disaat ingij minta tolong
^diana^: maunya, to the point aja..
Juariah: iya tapi semua org ingin dihargai
Juariah: so tak ada salahnya kita menghargai dg pujian misalnya
titim sukmawati: mba..itu kan dari pihak kita sebagai istri
titim sukmawati: kl suami ke kita ada ga ya, kan kita juga ingin di puji dan rayu gitu
^diana^: setuju mba titim..
^diana^: tp sepertinya, sebaiknya kita yg memulai.. yg proaktif..
titim sukmawati: kadang suami juga seperti mba diana bilang ada yg to the point
^diana^: smg dg begitu, suami jd tertular..
titim sukmawati: Aminnn…Insya Allah
titim sukmawati: kadang ya mba….koq ada rasa ..af1 ya..cape kl selalu kita yg proaktif
titim sukmawati: kl kita curhat dan bilang ke suami..besok nya dia yg mulai duluan tuh tp ga lama…nanti gitu lagi .
Juariah: jangan bosan2 utk senantiasa memulai,…insyallah suatu saat suami akan memulai
*****