Kajian Muslimah
Hari , tanggal : Kamis, 27 Desember 2007
Pemateri : Mba Dessy (dessy71)
Materi : Anak, teknologi & masa depan Islam
Anak-anak kita saat ini hidup pada era teknologi yang dapat dinikmati secara individual dan konsumtif. Hal ini terjadi dengan adanya inovasi yang besar-besaran terhadap teknolgi yang berbasis elektronik seperti: televisi, sistem seluler yang menawarkan berbagai aplikasi pada hand phone , VCD, dan Internet.
Akibat teknologi itu, anak-anak kita saat ini kehilangan kemampuan untuk memiliki interaksi sosial yang baik dengan peer group-nya dan juga orang lain di luar diri mereka. Akibatnya, anak-anak kita saat ini tidak memiliki kecakapan sosial yang memadai akibat kebiasaan menikmati teknologi yang cara pemanfaatannya memang dapat dilakukan secara individual. Keadaan ini dalam jangka panjang akan membuat anak-anak kita menjadi generasi yang egois dan hedonis. Selain dampak tersebut bahaya jangka pendek akibat teknologi sesungguhnya tengah mengintai anak.
Internet merupakan satu dari sekian bentuk kemajuan teknologi, tak hanya di negara maju, saat ini internet telah merambah masuk tak hanya ke ruang-ruang kantor tapi bahkan telah sampai ke rumah-rumah, di negara2 berkembang. Kecenderungan orang tua bangga jika anaknya mahir menggunakan internet, “tidak gagap teknologi” begitu istilahnya. Sehingga anak-anak dibiarkan leluasa menggunakan internet yang menghubungkannya dengan dunia luar, orang tua sendiri bahkan tidak tahu atau tidak peduli bahwa links yang di klik ternyata mengantarkan anak-anak mereka ke dunia lain yang berbahaya…
Anak & Internet
Sekitar dua bulan lalu, di sekolah anak saya diadakan pertemuan khusus orangtua dan guru-guru untuk membahas masalah dampak internet. Di sini internet sudah menjadi kebutuhan harian rumah tangga, hampir semua rumah memiliki koneksi 24 jam dengan harga terjangkau. Era computer yang menawarkan system wireless juga semakin mempermudah seluruh anggota keluarga menggunakan internet dalam waktu bersamaan, dengan komputer atau laptop yang berbeda, di ruangan berbeda… sedemikian personalnya sehingga akses orang tua untuk mengetahui apa yang dilakukan anak semakin sulit.
Dalam pertemuan guru dan orang tua tersebut dibahas manfaat & mudharat internet, menurut orang tua manfaat internet adalah : sebagai hiburan, komunikasi yg cepat dalam & luar negeri, belanja online, pembayaran online berbagai rekening/tagihan, sumber informasi dll
Sedangkan mudharatnya disebutkan : dapat membuat kecanduan (lupa waktu), akses situs berbahaya, kontak anonym, membuat fisik lemah (krn duduk & menatap monitor terus menerus), kesepian, kekerasan dari game/program lainnya, penipuan, bullying.
Dari pihak sekolah sendiri ternyata telah melakukan penelitian (sejenis action research) dan ternyata ditemukan bahwa:
98% dari siswa di sekolah tersebut sudah mulai menggunakan internet sejak Groep 3 (Kelas 1 SD) 2. 50% murid melakukan penghinaan (pesten/bullying) via internet
3. 17 dari 22 murid mengalami penghinaan melalui internet
4. 6% siswi (meisjes) (Groep 8/Kelas 6) mengalami kecanduan internet
5. 4% siswa (jongens) (Groep 8/Kelas 6) mengalami kecanduan bermain games online
Menunjang angka-angka di atas, ada orang tua yang kebetulan duduk di kelompok kami diminta oleh moderator sedikit menceritakan pengalamannya ketika salah seorang putrinya hampir saja menjadi korban pria pedofil (kinderlokker) melalui MSN di internet. Aksi tersebut berhasil digagalkan karena orang tua tadi sigap dan cukup tanggap dengan aktivitas putrinya.
Pihak sekolah juga mengungkapakn hasil riset mereka tentang pandangan dan sikap murid terhadap manfaat dan mudharat internet. Manfaat internet, menurut mereka: Mencari informasi untuk tugas-tugas sekolah, Berkomunikasi dengan teman (chatting), games, memesan online, Hiburan (musik, VCD dll), Saling tukar film (file film, webcam dll)
Sedangan Mudharat: tempat saling Ejekan secara anonim, situs berbahaya, Dipaksa menjadi PSK (Loverboys), Kecanduan internet,Tidak banyak bergerak, Membaca buku berkurang (lebih memilih membaca di depan monitor), Terlambat tidur, Merusak mata, Merasa terkucil jika tidak punya sarana komputer dan internet.
Sekolah juga menemukan istilah-istilah “prokem” yang biasa digunakan siswa berkomunikasi dengan media-media online di atas. Antara lain:
bm@8 = bij mij om acht uur (di tempat saya jam delapan nanti)
mnmdr = mijn moeder kijk mee (ibu saya lagi mengawasi saya)
bjmjez = bemoeie je met je eigen zaak (jangan ikut campur)
E-me = email mij (kirim saya email)
Masya Allah…ternyata dunia telah jauh berubah, coba ibu2 bandingkan dengan masa kanak ibu2 dulu… Jaman kecil saya dulu, saya hanya kenal main karet, petak umpet, main sepeda, nonton tv saja hanya satu saluran TVRI, lingkungan sekitar juga aman & tenang. Dengan demikian apakah kita bisa menggunakan metode pendidikan & pembelajaran yang telah diterapkan orang tua kita dahulu??? Pertanyaan mudah yang sangat susah menjawabnya…
Anak, teknologi & dan masa depan Islam
Anak adalah harapan masa depan. Kalimat ini seringkali kita dengar dan sangat lekat di benak kita. Karenanya, sudah semestinya memberikan perhatian khusus dalam hal mendidiknya sehingga kelak mereka menjadi para pengaman dan pelopor masa depan umat Islam
Lingkungan pertama yang berperan penting menjaga keberadaan anak adalah keluarganya sebagai lembaga pendidikan yang paling dominan secara mutlak, kemudian kedua orang tuanya dengan sifat-sifat yang lebih khusus. Sesungguhnya anak itu adalah amanat bagi kedua orang tuanya. Di saat hatinya masih bersih, putih, sebening kaca jika dibiasakan dengan kebaikan dan diajari hal itu maka ia pun akan tumbuh menjadi seorang yang baik, bahagia di dunia dan akhirat. Sebaliknya, jika dibiasakan dengan kejelekan dan hal-hal yang buruk serta ditelantarkan (termasuk membiarkan anak hidup di “dunianya” tanpa pengarahan dan didikan orantua karena orang tua sibuk adalah merupakan satu bentuk penelantaran). Kerugian mana yang lebih besar yang akan dipikul kedua orang tua dan umat umumnya apabila meremehkan pendidikan anak-anaknya.
Berkata Ibnul Qoyyim rahimahullah, “Bila terlihat kerusakan pada diri anak-anak, mayoritas penyebabnya adalah bersumber dari orang tuanya.” Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan kita dengan firmanNya, “Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At Tahrim: 6). Berkata Amirul Mukminin Ali Radiyallahu ‘anhu, “Ajarilah diri-diri kalian dan keluarga-keluarga kalian kebaikan dan bimbinglah mereka.”.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Setiap di antara kalian adalah pemimpin dan akan dipertanggungjawabkan, seorang imam adalah pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya, seorang laki-laki pemimpin atas keluarganya dan akan diminta pertanggungjawabannya, seorang wanita pemimpin dalam rumah suaminya dan ia bertanggungjawab, dan seorang budak adalah pemimpin dalam hal harta tuannya dan ia bertanggungjawab. Ketahuilah bahwa kalian semua adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawabannya.” (HR Bukhari dan Muslim dari sahabat Abdullah ibnu Umar Radiyallahu ‘anhu).
Dari sahabat Anas bin Malik, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala akan mempertanyakan pada setiap pemimpin atas apa yang dipimpinnya, apakah ia menjaganya ataukah menyia-nyiakannya? Hingga seseorang akan bertanya kepada keluarganya.” (HR Ibnu Hibban, Ibnu Ady dalam Al Kamil, dan Abu Nu’aim dalam Al Hilyah dan dishahihkan oleh Al Hafizh dalam Al Fath 13/113). Demikian pula dalam Shahih Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Bertaqwalah kalian kepada Allah dan berbuat adillah terhadap anak-anakmu.” Sikap adil dan kasih sayang terhadap anak adalah dengan mengajari mereka kebaikan, para orangtua menjadikan dirinya sebagai madrasah bagi mereka.
Keluarga, terlebih khusus kedua orang tua dan siapa saja yang menduduki kedudukan mereka adalah unsur-unsur yang paling berpengaruh penting dalam membangun sebuah lingkungan yang mempengaruhi kepribadian sang anak dan menanamkan tekad yang kuat dalam hatinya sejak usia dini. Seperti Zubair bin Awam, misalnya. Ia adalah salah seorang dari pasukan berkudanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam yang dinyatakan oleh Umar ibnul Khattab, “Satu orang Zubair menandingi seribu orang laki-laki.” Ia seorang pemuda yang kokoh aqidahnya, terpuji akhlaqnya, tumbuh di bawah binaan ibunya Shafiyah binti Abdul Mutholib, bibinya Rasulullah, dan saudara perempuannya Hamzah.
Ali bin Abi Tholib sejak kecil menemani Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam, bahkan dipilih menjadi menantunya. Ia tumbuh sebagai seorang pemuda sosok teladan bagi para pemuda seusianya di bawah didikan ibunya Fathimah binti Asad dan yang menjadi mertuanya Khadijah binti Khuwailid. Begitu pula dengan Abdullah bin Ja’far, seorang bangsawan Arab yang terkenal kebaikannya, di bawah bimbingan ibunya Asma binti Umais.
Orang tua mana yang tidak gembira jika anaknya tumbuh seperti Umar ibnu Abdul Aziz. Pada usianya yang masih kecil ia menangis, kemudian ibunya bertanya, “Apa yang membuatmu menangis?” Ia menjawab, “Aku ingat mati.” – waktu itu ia telah menghafal Al Qur’an – ibunya pun menangis mendengar penuturannya. Berkat didikan dan penjagaan ibunya yang shalihah Sufyan Ats Tsauri menjadi ulama besar, amirul mukminin dalam hal hadits. Saat ia masih kecil ibunya berkata padanya, “Carilah ilmu, aku akan memenuhi kebutuhanmu dengan hasil tenunanku.” Subhanallah! Anak-anak kita rindu akan ucapan dan kasih sayang seorang ibu yang seperti ini, seorang ibu yang pandangannya jauh ke depan. Seorang ibu yang super arif dan bijaksana.
Ibu2 yang di rahmati Allah, lihatlah bagaimana para pendahulu kita yang shalih, mereka mengerahkan segala usaha dan waktunya dalam rangka men-tarbiyah anak-anaknya yang kelak menjadi penentu baik buruknya masa depan umat. Jangan sampai seorang pun di antara kita berprasangka mencontoh para pendahulu yang shalih adalah berarti kembali ke belakang.
Sebaliknya, dengan melihat berbagai dampak buruk teknologi apakah kita harus menjauhkan anak-anak kita dari kemajuan dunia tersebut?
Secara logika tentu jawabannya tidak mungkin, karena arus informasi & teknologi sedemikian pesat takkan mampu dibendung. Kemajuan teknologi dunia-maya sebagai bagian dari globalisasi sudah merasuk sedemikain jauh ke dalam relung-relung kehidupan masyarakat. Orang tua dan pihak-pihak terkait seperti sekolah lah harus yang menyiapkan peserta didiknya untuk siap menghadapi realitas kemajuan teknologi yang mampu menjadikan anak-anak kita menjadi generasi “aperstaartjegeneratie” (“generasi @”). Yaitu dengan cara mengoptimalkan aspek positif dan berusaha meminimalisir dampak negatif teknologi (terutama internet) terhadap anak. Orang tua dan lingkungan harus senantiasa melakukan pembelajaran (learning) terhadap isu-isu yang berkaitan dengan kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi sehingga akan mampu memberikan pengarahan dan pengawasan terhadap anak masing.
Kemajuan teknologi bukan satu hal yang perlu ditakuti, karena melalui teknologi pula kita dapat mengambil banyak manfaat, karena kita tidak mungkin hidup tanpa terpengaruh arus teknologi & globalisasi, tinggal bagaimana kita sebagai orang tua memberikan pendidikan, pengawasan & pengarahan yang arif sehingga anak-anak sebagai generasi Islam dapat mengambil manfaat positif teknologi tersebut demi kepentingan agamanya kelak.
Wallahua’lam bishowab, Den Haag 27 Dec 2007
*****
Diskusi
dessy: mungkin dampak teknologi ini belum terasa ya di Indonesia? terutama bagi anak2
dessy: kalau yg saya dengar dr Ibu Elly Risman ketika blio sempat diundang ke Belanda
dessy: waaaaaah…hueboh lho ceritanya
Icha ricky: wah.. blom pernah denger icha mba
Icha ricky: gimana ya critanya mba dessy??
dessy: TV saja sekarang sudah menanyangkan program2
dessy: yg tak layak tonton terutama anak2
dessy: internet kabarnya juga sudah ada di rumah2 & anak2 mudah akses
dessy: apalagi di warnet2
dessy: anak2 sekolah sering akses situs2 yg tidak baik
Icha ricky: bener ya mba..
dessy: krn sekolah/kampus sekarang sudah meminta siswa untuk mengerjakan soal2 dg mencari nfo dr internet
Icha ricky: kalau dipikir2 skr sejak ada internet, smuanya serba mudah didapatkan ya mba..
dessy: ya, beberapa waktu kemarin di belanda situs paedofil
Icha ricky: kalau bgt apa dampak baik dan dampak buruknya ya mba??
dessy: memuat foto anak pangeran william (putra mahkota belanda)
dessy: berhubung terkait dg keluarga kerajaan maka yg punya situs minta maaf & menghapus foto tsb
dessy: tapi situsnya sih tetap ada & beroperasi, krn
Icha ricky: bagi anak2 yg udah kecanduan dgn yg namanya internet, gimana ya mba utk ngatasinnya…
dessy: disini kebebasan publik berekspresi masih dijunjung
Icha ricky: oo begitu ya mba…
dessy: beberapa tips untuk mengurangi kecanduan
dessy: internet
dessy: hampir sama halnya dg membatasi kecanduan TV
Icha ricky: tp kadang susah bgt ya mba..
dessy: tempatkan komputer & perangkatnya di tempat yg tidak nyaman
dessy: misalnya di ruang tamu, jgn di kamar anak
dessy: batasi penggunaannya
dessy: ini untuk anak2 yg masih kecil
dessy: kalau yg sudah besar agak sulit krn mereka bisa menghidupkan sendiri
Icha ricky: kadang kalau ga ada fasilitas dirumah, adek icha misalnya, suka bgt tiap pulang skolah main ke warnet, ntar pulangnya udah malem lagi mba
dessy: jd kalau yg sudah agak besar bisa diberikan kegiatan/aktifitas lain
dessy: ya krn kemungkinan dia sudah punya peer sendiri di dunia maya
dessy: milis atau MP atau yg lain
Icha ricky: kalau utk anak SMA kayaknya blom mba…
dessy: sejauh positif ga apa, tapi juga kalau sudah bablas lupa waktu
dessy: ya negatif juga dampaknya
Icha ricky: itu tu mba.. suka lupa wkt….
Icha ricky: ngingetin jg susah bgt..
dessy: ke warnet kan ngabisin uang juga ya…
Icha ricky: maklum mba skr udah jauh tinggalnya dr ortu…
Icha ricky: nasehatin jg susah kalau lewat tlp…
Icha ricky: iyah mba..
dessy: kl sudah dewasa krn sudah terlambat harus bijak dlm memngingatkan
dessy: atau uang sakunya ya dikurangi
Icha ricky: maunya mba… namanya jg adek laki2.. bandelnya.. wahhh ga bisa dibilang mba..
dessy: iya, masih masa peralihan menjelang dewasa
dessy: pubertijd
Mba Nora : sama tuh ama adikku
dessy: pelan2 aja disadarkan
Mba Nora : tapi kalau adikku seringnya dia cerita ngapain aja kalau lg ngenet
Mba Nora : berdasarkan ceritanya sih dia mah kecanduan game
Mba Nora : huh
dessy: masih baik kalau seperti itu mb salsabillah
Icha ricky: yupp…
dessy: masih mau bilang
Mba Nora : iya, tapi kecanduannya itu lo
Mba Nora : udah gitu minta duit mulu
dessy: atau kalau dia memang tertarik dg dunia internet
Mba Nora : ya itu tadi
Mba Kiki : namanya anak baru gede pas nemu hal hal baru memang seperti itu…entar juga ada masanya bosan
Mba Nora : buat main game
Icha ricky: tapi kemaren2 ini sempet nasehatin… mudah2an aja bisa dijalanin…
dessy: bisa diarahkan ke hal positif
Mba Nora : tahun ini mau masuk sma
dessy: misalnya, ketika lepas SMA
Mba Nora : katanya mau ambil IT
dessy: bisa masuk ke jurusan komputer atau TI
dessy: IT
dessy: disain atau yg sejenisnya
dessy: yg dikhawatirkan adalah
dessy: anak2 terjerumus masuk ke sindikat
dessy: pelacuran (yg awalnya tdk sengaja masuk ke situs porno misalnya)
dessy: sindikat narkoba
Icha ricky: wah syereem jg ya mba…
dessy: penipuan ol
Icha ricky: mudah2an dijauhin dr hal yg beginian mba.. amiin
Mba Nora : baru tau saya mbak kalau bisa sampai sejauh itu
Mba Nora : nauzubillah min zalik
dessy: Iya…
Icha ricky: iyah.. naudzubillahi min dzalik..
Icha ricky: kalau begitu kita lanjutkan lagi yach..
Icha ricky: kembali ke topik awal..
Icha ricky: silahkan bagi yg mau menambahkan atau bertanya..
Mba Juariah : afwan tanya boleh?
Mba Juariah : definisi ikhlas ada yg masih inget?
Mba Juariah : kalau mengerjakan sesuatu mengharap pahala masih disebut ikhlas ngak yah?
Mba Juariah : mohon pencerahannya jazkillah
dessy: Insya Allah semua yg bernama melakukan ibadah tentu berharap pahala Allah SWT ya
dessy: bukan pahala selain Allah
dessy: bonus dr boss misalnya
Mba Juariah : haik wakatta
Mba Juariah : hanya saja sy pernah spintas ingat2 nih maaf bila saya salah yah
Icha ricky: Ikhlas adalah ketulusan; yaitu bahwa kita melakukan amal dan kebaikan jenis apa pun selalu diniatkan hanya untuk Allah semata
Mba Kiki : tidak disebut ikhlas bila kita masih melihat keikhlasan dalam ikhlasnya
Mba Kiki : kadang ketika kita menolong seseorang
Mba Kiki : sering terbesit di hati kita “saya ikhlas kok..” atau bahkan kalimat itu diucapkan sama org yg kita tolong
Mba Kiki : berarti kita masih bisa melihat keikhlasan saat kita melakukan sesuatu dengan ikhlas
Mba Kiki : nah hal semacam itu lebih baik dihindari
Mba Kiki : wallahu’alam
dessy: Iya Mb qq yg ditanya Mb Juaariah kl ga salah mengharap pahala Allah
Icha ricky: kalau dilihat devinisi ikhlas itu sendiri ada banyak bgt yach…
Mba Kiki : afwan mbak dessy…cuma menambahkan definisi ikhlas
Icha ricky: ikhlas adalah “menjadikan tujuan hanyalah untuk Allah tatkala beribadah”, yaitu jika engkau sedang beribadah maka hatimu dan wajahmu engkau arahkan kepada Allah bukan kepada manusia.
Icha ricky: ikhlas adalah “membersihkan amalan dari komentar manusia”, yaitu jika engkau sedang melakukan suatu amalan tertentu maka engkau membersihkan dirimu dari memperhatikan manusia untuk mengetahui apakah perkataan (komentar) mereka tentang perbuatanmu itu. Cukuplah Allah saja yang memperhatikan amalan kebajikanmu itu bahwasanya engkau ikhlas dalam amalanmu itu untukNya
Icha ricky: Dan inilah yang seharusnya yang diperhatikan oleh setiap muslim, hendaknya ia tidak menjadikan perhatiannya kepada perkataan manusia sehingga aktivitasnya tergantung dengan komentar manusia, namun hendaknya ia menjadikan perhatiannya kepada Robb manusia, karena yang jadi patokan adalah keridhoan Allah kepadamu (meskipun manusia tidak meridhoimu).
Icha ricky: wallahu`alam…
dessy: apakah sudah sesuai dg arah pertanyaannya yg singkat diatas?
Icha ricky: mudah2an bisa membantu ya mb…
dessy: afwan td sy baru dapat message teman SD meninggal dr teman sy di munchen, jd tdk smpt mencari beberapa dalil
dessy: moga yg disampaikan Icha
Mba Juariah : baik jazakillah
dessy: bisa menjawab pertanyaan mb juariah
Mba Juariah : yah
Icha ricky: bagaimana mba ju???
Mba Juariah : http://wismogroho.multiply.com/journal/item/18/Masih_ada_wudhu
Mba Juariah : sy nulis giniKalau kita masih melakukan kebaikan hanya untuk mendapatkan imbalan apapun bentuknya berarti kita masih anak-anak
Icha ricky: bagus mba… td udah sempat baca.. jazakillah ya mba ju ..
Mba Juariah : emang ngga boleh ya ingin dapat pahala…..he he……………
Mba Juariah : saya jawab gini pahala kan ngak berbentuk mba , hehehe. maksud’e mengharap suatu yg ada bentuknye gicu loh ^_^.
(intinya sih pengen nulis IKHLAS dari sisi yang lain) biar makin ikhlas , duh ikhlas sulit bener yak , masih trus harus belajar nih sy, mb dian
Mba Juariah : bener ngak?
Mba Juariah : duhh maaf yah sy tak berilmu jadi minta pendapatnya
Mba Juariah : yah
dessy: Ya masa anak2 kita ga bisa menjelaskan sesuatu yg abstrak
Mba Juariah : sy takut salah
Icha ricky: silakan mba dessy..mungkin ada tambahan mba??
dessy: nggak akan nyambung krn dunia kita serta pengalaman hidup beda
dessy: makanya kita perlu
dessy: memahami dunia anak
dessy: anak2 butuh sesuatu yg riil
dessy: jd ga apa
dessy: kita memberi reward
dessy: ketika anak melakukan kebaikan
dessy: seiring dg
dessy: pertambahan usia
dessy: kita menjelaskan
dessy: bahwa misalnya ibadah yg dilakukan
dessy: harus berujung
dessy: pada mengharap pahala & ridho allah
Mba Kiki : out of topic…teman saya dulu ada yang di belanda…
Mba Kiki : beliau bisa dibilang ga betah karena sering melihat maksiat dimana mana
Mba Kiki : nah mbak desy sendiri gmn?
dessy: iya maksiat dimana2
Mba Kiki : kadang di indo aja yg mayoritas muslim kan suka ada aja godannya ya ^-^
dessy: cuma maksiat disini terlokalisasi
dessy: misalnya kita tahu red light itu tempat pelacuran
dessy: ya udah ga usah kesana
dessy: atau holland casino di scheveningen tempat judi
dessy: yg agak susah pornografi
dessy: iklan2 & TV
dessy: utk anak2 sy selalu bilang
dessy: kl ada yg pake baju mini
Icha ricky: kalau diluar negri memang bgt mba… tempat2 spt itu biasa aja kok bg mereka…
dessy: iiihhh…malu deh udelnya kelihatan
dessy: adek ga usah ya pake baju gitu
dessy: malu dilihat org & nanti masuk angin
Icha ricky: apalgi kalau udah musim panas.. wah..
Mba Kiki : iya cha…rata rata yg di LN ngeluh begitu
Mba Kiki : teman yg di jepang juga
Icha ricky: iyah..
Icha ricky: dijepang mah ditempat2 umum lukisan2 tanpa busana maupun yg berbusana minim itu biasa bgt..
dessy: memang kadang terlihat ektrem oleh org2 belanda
dessy: tapi ya ga apa lah
dessy: krn yg tgg jwb dg akhlak anak2 sy kan sy & suami
dessy: Iya sama Cha
Icha ricky: jadi ingat dulu sempet crita2 dgn guru bahasa icha…
Mba Kiki : nah iya mbak dessy…misalnya yg jilbabnya lebar begitu…bagaimana tanggapan mereka?
Icha ricky: jadi critanya gurunya nanya kalau pamit suami biasanya pake salam apa?? salam yg biasa digunakan org jepang ya??
Icha ricky: icha jawab sesuai salam kita..
Icha ricky: trus akhirnya gurunya bilang, kalau kami (orang jepang) ga punya tuhan.. masya allah..
Icha ricky: pengen jelasin tp susah…
dessy: ya sama aja sih disini org belanda juga kalo ditanya
dessy: ga punya agama
dessy: kecuali org belanda pinggiran mereka masih fanatik dg kristennya
Icha ricky: sering denger2 berita ttg belanda, banyak penghinaan bgt ya mba trhdp muslim dibelanda??
dessy: Tergantng di sektor mana sih
Icha ricky: sedih bgt tiap baca berita bgtan..
dessy: kalo diskehidupan sehari2 ga juga
dessy: kalo di ranah politik ya
Icha ricky: syukurlah mba…
dessy: terutama issue sekarang org belanda takut negaranya diislamkan
dessy: krn udah makin banyak org belanda masuk islam & org pendatang (turki maroko) juga kuat berislam
Icha ricky: kiki amalia: nah iya mbak dessy…misalnya yg jilbabnya lebar begitu…bagaimana tanggapan mereka?
dessy: jd org2 garis keras kanan
dessy: biasanya menentang
Icha ricky: iyah bener mba..
dessy: di kota2 besar
dessy: lebih multikultural
dessy: jd ga aneh lihat org somali pake jilbab kyk mukenah
Mba Kiki : yg bercadar ada juga mbak?
Icha ricky: kiki amalia: nah iya mbak dessy…misalnya yg jilbabnya lebar begitu…bagaimana tanggapan mereka?>>> kalau icha dulu pernah ada yg bilang orang taliban gitu…
dessy: alhamdulillahnya disini org belanda menjunjung tinggi hak asasi manusia
Icha ricky: wah ada orang taliban..
Icha ricky: katanya..
Icha ricky: untung wkt itu ada suami disamping…
dessy: cuma di sektor2 tertentu
dessy: mereka juga jaga
dessy: misalnya pendatang yg nota bene org islam
Icha ricky: malahan dia bilang gitu kesuami jg..
dessy: cuma sedikit yg dikasih kesempatan pendidikan tinggi & pekerjaan strategis
Icha ricky: kebetulan wkt itu lagi berdiri jauhan dr suami ..
dessy: krn issue td, islamisasi belanda
Icha ricky: langsung aja wkt itu suami bilang, itu istri gw..
dessy: jd sejak SD biasanya anak2 trki maroko
Icha ricky: jadi yg orang jepangnya langsung minta maaf
dessy: “dihadang”laju pendidikan mereka
dessy: dg diarahkan masuk sekolah kejuruan
dessy: bukan ke universitas, hanya bagi anak2 yg sangat-sangat pintar/berprestasi aja
dessy: yg bisa laju ke universitas
dessy: ini politik kan…
dessy: begitu mb qq…
Mba Kiki : disana ada ta’lim juga ga mbak dessy?
Mba Kiki : atau komunitas muslim gitu
dessy: ya, tapi ya ga sedikit juga org turki maroko yg hedon
Icha ricky: padahal mereka sendiri ga tau islam itu spt apa, malahan langsung memvonis aja…
dessy: Ada mb qq
Mba Kiki : ini dampak dari bom itu cha
Icha ricky: iyah..
Mba Kiki : oh ada ya? subhanallah
Icha ricky: padahal blom tentu orang muslim yg melakukannya..
dessy: untuk komunitas indonesia berbagai macam : PKS, NU, Muhamadiiyah dll
dessy: untuk org diluar indonesia mereka juga punya komunitasnya masing2
dessy: biasaya sih ngumpul di mushola2 yg mereka dirikan
dessy: sprt org islam suriname yg nota bene dulunya org jawa yg dibuang ke surinam, mereka masih islam
dessy: sprt org islam suriname yg nota bene dulunya org jawa yg dibuang ke surinam, mereka masih islam
Mba Juariah : yg diatas itu ttg mengharapkan pahala boleh or tidak
dessy: ya jadi kalau mengajarkan ikhlas ke anak2 ya beda dg mengajarkan ikhlas ke org dewasa
dessy: org dewasa seperti sy saja masih banyak salah dlm menginterpretasikan ikhlas masih salah2
dessy: jadi ga apa memberi reward atas usaha anak melakukan kebaikan
dessy: seiring dengan usia tumbuh kembangnya
dessy: kita mengajarkan arti & tujuan ibadah & mengharap pahala Allah SWT
dessy: untuk itu kita harus banyak baca tentang tahap tumbuh kembang anak Mb
dessy: supaya anak ga bingung ketika kita meminta anak melakukan sesuatu
dessy: krn ternyata salah perlakuan krn usia belum cukup”sampai”untuk menerima informasi dr kita
dessy: demikian mb Juariah
dessy: afwan..
Mba Juariah : haik jazakillah yah